Pemerkosa Anak di Aceh Besar Divonis 15 Tahun Penjara

Pemerkosa Anak di Aceh Besar Divonis 15 Tahun Penjara
Terdakwa AS, 46 tahun. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Pemerkosa anak di Aceh Besar dengan terdakwa berinisial AS, 46 tahun, divonis 180 bulan atau 15 tahun penjara. Hal itu disampaikan oleh Majelis Hakim Mahkamah Syariah Jantho dalam sidang putusan yang digelar secara virtual, Kamis 21 Oktober 2021.

Kejadian pemerkosaan ini terjadi pada 17 September 2021. Pelaku mengajak korban yang berusia 18 tahun untuk keluar malam. Kemudian korban dengan menggunakan transportasi online menuju rumah adiknya di Aceh Besar.

Pelaku menjemput korban di rumah adiknya itu, lalu membawanya menuju ke arah kuburan di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Di sanalah pelaku melancarkan aksi bejatnya itu.

Korban kemudian membuat laporan pemerkosaan ke Satreskrim Polresta Banda Aceh. Pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus tersebut. Setelah itu, kasus tersebut diproses di Mahkamah Syar'iyah Jantho.

Juru bicara Mahkamah Syar'iyah Jantho, Fadlia, kepada wartawan, mengatakan terdakwa AS dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan terhadap anak sebagaimana dakwaan alternatif pertama dan terdakwa dijatuhi uqubat penjara 180 bulan penjara, 

"Majelis hakim sepakat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum untuk menjatuhkan Uqubat (hukuman) penjara," kata Fadlia.

Fadlia mengatakan atas putusan tersebut penasihat hukum terdakwa menyatakan akan melakukan upaya hukum banding. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Jantho menyatakan sepakat dan sependapat dengan majelis hakim.

Ketua Majelis Hakim, Siti Salwa, menyampaikan ini adalah alarm peringatan bagi semua orang tua dan anggota masyarakat Aceh Besar, untuk terus memantau gerak-gerik tingkah polah perilaku anak selama masa tumbuh kembangnya. 

"Hal ini demi mengurangi potensi terdakwa mengulangi perbuatannya sebagai upaya untuk memperbaiki perilaku terdakwa dan memberikan perlindungan kepada anak korban dan pembelajaran bagi orang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama," tutupnya.

Anara

Komentar

Loading...