Pemko Banda Aceh Gelar Pilchiksung Serentak

Pemko Banda Aceh Gelar Pilchiksung Serentak
Pemko Banda Aceh menggelar Pilchiksung, Minggu 14 November 2021. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) atau Pilchiksung serentak digelar pada Minggu 17 November 2021, di dua kota yaitu Banda Aceh dan Prabumuli, dipantau langsung oleh Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Pemdes Kemendagri) Yusharto Huntoyungo melalui zoom meeting.

Dalam laporannya, Dirjen Pemdes Kemendagri menyampaikan bahwa pelaksanaan pilkades atau pilchiksung ini sempat tertunda karena adanya virus corona varian baru di Indonesia.  "Kita sempat melakukan penundaan sampai 8 Oktober 2021. Tersisa 80 daerah yang akan melakukan pilkades sampai Desember  2021," jelasnya, Minggu 14 November 2021.

Diketahui, pilchiksung ini digelar sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nonor 72 tahun 2020 tentang pemilihan kepala desa. Untuk pelaksanaan di Kota Banda Aceh, juga sesuai Perwal nomor 45 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan protokol kesehatan.

Petugas mengecek suhu tunuh setiap pemilih. | Foto: Ist

Sekretaris Kota Banda Aceh (Sekdako), Amiruddin, menjelaskan dalam pelaksanaan pilchiksung di kota ini pihaknya komit untuk menjaga level satu dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Selain itu, saat di lokasi setiap pemilih juga dicek suhu tubuh. "Di lapangan kami tetap memberlakukan prokes karena kita komit untuk menjaga level satu di Kota Banda Aceh,” katanya.

Amiruddin menyebutkan ada sebanyak 24 gampong (desa) dari sembilan kecamatan yang mengikuti pilchiksung serentak. Selanjutnya, kurang lebih 4582 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan 92 Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Di masing-masing TPS tidak lebih dari 500 DPT, dan ini juga sebagai arahan dari pak Dirjen," terangnya.

Ia juga menyampaikan dalam kesempatan itu Dirjen Pemdes Kemendagri juga mengapresiasi Pemko Banda Aceh, terkait penggunaan digitalisasi dalam penginputan pilchiksung. Hal ini karena pihaknya memiliki aplikasi yang dibuat khusus untuk menginput data hasil pilchiksung.

Anara

Komentar

Loading...