Pemuda dan Wisata

Pemuda dan Wisata
Para pengunjung di lokasi wisata Air Terjun Reje Ilang di Desa Meriah Jaya, Kecamatan, Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah. | Foto: Ist

Penulis: Deva Novi Refenti, Mahasiswa KPM Tematik IAIN Langsa

Ir. Soekarno pernah meninggalkan salah satu pesannya untuk kita “Beri aku 1.000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya dan beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia” pesan yang dapat kita ambil dari perkataan Soekarno bahwa pemuda sangat meberikan pengaruh yang besar dalam bermasyarakat. Sebagai pemuda kita mempunyai peran penting dalam melakukan pergerakan.

Meriah Jaya adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah. Pemuda dan pemudi Meriah Jaya memberikan kontribusi pada desanya, baik dalam kegiatan bermasyarakat, agama, wisata, dan ekonomi.

Peran pemuda dan pemudi Meriah Jaya ikut bergerak pada kegiatan pariwisata, yang tergabung pada kelompok sadar wisata (pokdarwis), dimana mereka ikut serta dalam mengeksplorasi pengelolaan dan pelestarian wisata yang ada pada desa. Ada beberapa wisata di Desa Meriah Jaya, diantaranya Air Terjun Reje Ilang, kebun durian, dan wisata arung jeram yang baru saja dieksplorasi oleh pemuda dan pemudi Meriah Jaya.

Air terjun Reje Ilang merupakan wisata alam yang terbentuk secara alami di Desa Meriah Jaya, dan masih sangat menyatu dengan alam. Bentuk air terjun Reje Ilang ini berbeda dari air terjun lainnya, jika biasanya kita melihat air terjun dari arah depan jatunya air, tapi tidak pada air terjun ini kita hanya bisa melihatnya di balik jatuhnya air terjun dan dari bawah. Karena air terjun ini hanya dapat kita lalui dari dalam goa sebab didepan air terjun terdapat tanah yang curam dan kita dapat berteduh di dalam goa tersebut.

Air Terjun Reje Ilang, di Desa Meriah Jaya, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah. | Foto: Ist

Bang Adi Mawardi adalah ketua pokdarwis Desa Meriah Jaya yang posisinya sangat berperan penting dalam pelestarian wisata di Desa Meriah Jaya. Air Terjun Reje Ilang sudah lama ditemukan oleh orang tua pendahulu kita, awalnya sudah dibuka dengan jalan setapak pada masa konflik Aceh, namun tidak dikembangkan sebagai tempat wisata bagi masyarakat umum.

Sejak tahun 2012, Air Terjun Reje Ilang sudah menjadi tempat wisata, karena sudah bisa dilewati dengan jalur jalan rambat beton, sehingga dapat dilalui oleh kendaraan seperti sepeda motor dan mobil. Di tahun inilah awalnya air terjun Reje Ilang dipromosikan dan sampai sekarang dikenal.

Nama Air Terjun Reje Ilang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia (Reje yang artinya Raja) sedangkan (Ilang yang artinya Merah), yang jika digabungkan menjadi Raja Merah karena di Air Terjun ini di ceritakan masyarakat sebagai tempat persembunyian raja pada masa Belanda.

Anggota pokdarwis dan karang taruna pernah melaksanakan Festival Durian di Air Terjun Reje Ilang, sebagai kegiatan tahunan saat musim durian dan sebagai salah satu bentuk promosi kita. Semua wisata yang ada di desa seperti Air Terjun Reje Ilang, arum jeram, dan kebun durian berada dalam kawasan di bawah pokdarwis.

Kata bang Adi, setiap wisata sudah berjalan, sedangkan untuk Air Terjun Reje Ilang yang masih memiliki perizinan, kita targetkan tahun depan arum jeram juga sudah memiliki perizinan. Air Terjun Reje Ilang sudah resmi dikabupaten dan di desa, sehingga pendapatan dari wisata akan masuk ke kas desa melalui BUMK.

Komentar

Loading...