Pendidikan Aceh Tertinggal Sembilan Tahun, Sekda: Dinas PK Pidie Harus Kreatif dan Inovatif 

Oleh ,
Pendidikan Aceh Tertinggal Sembilan Tahun, Sekda: Dinas PK Pidie Harus Kreatif dan Inovatif 
Sekda Pidie, Idhami. | Foto: Tribunnews.com

KBA.ONE, Pidie - Pendidikan di Aceh tertinggal sembilan tahun akibat pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie, Idhami saat melantik dua kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tiga pengawas sekolah, di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Pidie, Jumat 11 Juni 2021 petang.

Idhami mengatakan berdasarkan informasi resmi, pendidikan di Aceh tertinggal sembilan tahun akibat dari pandemi Covid-19 sehingga akan berdampak terhadap sumber daya generasi muda Pidie khususnya.

Untuk itu, ia meminta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie untuk mempercepat proses peningkatan mutu pendidikan, terutama bidang pendidikan dasar dan sumber daya tenaga kependidikan untuk lebih kreatif dan inovatif.

"Tidak ada cara lain, kecuali lebih kreatif dan inovatif untuk mengejar ketertinggalan pendidikan kita, terutama fungsionalitas pendidikan dasar dan sumber daya tenaga kependidikan," ujarnya.

Meski sekarang anggaran pendidikan 500 miliar lebih, tetapi terserap hampir sebagiannya untuk biaya operasional, sehingga perlu dicermati betul setiap program pendidikan agar berdaya guna dengan keterbatasan anggaran yang ada.

"Jika kita berharap sumber anggaran dari dana alokasi umum tentu tidak mungkin, dalam kondisi sekarang ini karena sekitar Rp93 miliar anggaran APBK Pidie di refocusing untuk pembiayaan penanganan Covid-19," katanya.

Satu-satu harapan saat ini ada pada Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang mengharuskan 20 persen untuk pendidikan, dan 70 persennya untuk program dan kegiatan pendidikan, 30 persen lagi untuk operasional.

"Harapan kita hanya pada DOKA untuk program pendidikan, sedangkan dari DAU sudah tidak mungkin untuk sekarang ini karena harus melakukan refocusing anggaran untuk pembiayaan penanganan Covid-19," ungkapnya.***

Komentar

Loading...