Pengamat Pasar Modal: Bank Aceh Syariah Harus Jadi Pelopor untuk IPO di Bursa

Pengamat Pasar Modal: Bank Aceh Syariah Harus Jadi Pelopor untuk IPO di Bursa
Pengamat Pasar Modal Aceh, Muslim Hasan Birga | Foto : ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Sudah saatnya kini PT. Bank Aceh Syariah didorong untuk menjadi pelopor perusahaan pertama di Aceh yang Indonesia Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Bank Pemerintah Daerah (BPD) Aceh itu harus didorong untuk IPO untuk mengikuti jejak BPD lainnya di Indonesia seperti Bank Jabar, Bank Jatim dan Bank Banten, yang sudah lama go public," kata Pengamat Pasar Modal Aceh, Muslim Hasan Birga, kepada KBA.ONE, Minggu, 19 September 2021.

Muslim menjelaskan saat ini Bank Aceh Syariah sangat tepat untuk IPO, apalagi ada ketentuan baru Otoritas Jasa keuangan (OJK) yang mengharuskan perbankan untuk memenuhi ketentuan Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) terbaru.

"Kalau Bank Aceh dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) IPO itu lebih baik. Karena dengan IPO perusahaan akan di awasi lebih banyak pihak," ujar Muslim yang juga Ketua DPW Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (Propami) Aceh.

Kemudian, lanjutnya, pengelolaan perusahaan juga akan lebih bagus dan transparan, masyarakat yang membeli sahamnya juga ikut menikmati deviden yang dibagi ke pemegang saham, dan akan lebih mudah berekspansi dan mudah mendapatkan sumber pendanaan baru yang lebih besar.

Muslim menyampaikan jika Bank Aceh Syariah IPO di bursa maka, ini akan menjadi BPD Syariah pertama yang listing, dan akan menjadi emiten murni syariah kelima yang listing.

"Setelah Panin Bank Syariah (PNBS), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. (BTPS), Bank Syariah Indonesia (BRIS) dan Bank Aladin syariah (BANK). Ini akan sangat menarik bagi investor syariah yang saat ini tumbuh secara signifikan," ungkap pria kelahiran Bireuen itu.

Sementara itu, Kepala BEI Perwakilan Aceh, Thasrif, menjelaskan syarat untuk perusahaan yang ingin IPO di BEI sangatlah mudah. Terutama untuk BUMD dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Syarat IPO tidak ribet, tidak perlu ada aset besar baru bisa IPO. Sekarang UMKM juga bisa IPO dengan catatan punya badan hukum," tutur Thasrif.

Thasrif menyebutkan ini sudah waktunya Pemerintah Provinsi Aceh untuk mendorong BUMD untuk IPO. Seperti halnya beberapa BUMD di luar Aceh yang sudah melantai di bursa. 

"Misalnya, Bank Aceh, beberapa pemprov di luar sudah mendorong bumd-nya supaya bisa IPO, karena akan mendorong investasi yang masuk ke daerah. Investasi yang masuk membuat ekonomi daerah tersebut bisa lebih baik ," ungkap Thasrif yang merupakan lulusan Universitas Syiah Kuala.

Untuk diketahui, PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 16 September 2021 mencatat, sebanyak 750 perusahaan yang melantai di bursa, 38 perusahaan IPO. Sementara, 26 perusahaan masuk dalam daftar atau pipeline pencatatan saham BEI.

Anara

Komentar

Loading...