Pengangguran Menurun, Aceh Bertahan Jadi Provinsi Termiskin se Sumatra  

Pengangguran Menurun, Aceh Bertahan Jadi Provinsi Termiskin se Sumatra  
Kawasan tugu Simpang Lima Banda Aceh | Foto: Dok KBA.ONE

KBA.ONE, Banda Aceh – Provinsi Aceh masih bertahan sebagai provinsi termiskin di Pulau Sumatra, dan kini penduduk miskin di daerah ini mencapai 834 ribu orang atau 15,33 persen. 

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Kamis 15 Juli 2021, periode September 2020 sampai Maret 2021, persentase penduduk miskin di Aceh mengalami penurunan dari 15,43 persen menjadi 15,33 persen. Kemudian, di daerah perdesaan turun 0,18 poin (dari 17,96 persen menjadi 17,78 persen), sedangkan di perkotaan persentase penduduk miskin naik sebesar 0,15 poin (dari 10,31 persen menjadi 10,46 persen).

Kepala BPS Provinsi Aceh, Ihsanurrijal, menyebutkan pada Maret 2021 jumlah penduduk miskin di Aceh sebanyak 834,24 ribu orang atau 15,33 persen, bertambah sebanyak 330 orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2020 yang jumlahnya 833,91 ribu orang atau 15,43 persen.

Ihsanurrijal mengatakan beberapa faktor penyebab terjadinya kemiskinan di Aceh, karena Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2021 yaitu 6,30 persen, lebih rendah dibanding Agustus 2020 mencapai 6,59 persen, dampak Covid-19 terhadap penduduk usia kerja baik itu menjadi pengangguran, sementara tidak bekerja, pengurangan jam kerja maupun menjadi bukan angkatan kerja (selain bekerja dan pengangguran) pada Februari 2021 lebih rendah dibanding Agustus 2020, yaitu menjadi 4,32 persen dari 10,01 persen terhadap penduduk usia kerja. 

Kemudian, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2021 untuk beberapa subsektor mengalami peningkatan dibanding September 2020, seperti tanaman perkebunan rakyat yang meningkat 3,22 persen, hortikultura (3,31 persen) dan perikanan (4,49 persen). Selanjutnya, realisasi bantuan sosial baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah relatif berjalan dengan baik

Ihsanurijal juga menjelaskan besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin merupakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

“Selama periode September 2020–Maret 2021, garis kemiskinan naik sebesar 3,22 persen, yaitu dari Rp524.208,- per kapita per bulan menjadi Rp541.109,- per kapita per bulan,” sebutnya.

Sementara, untuk daerah perkotaan, garis kemiskinan naik sebesar 4,06 persen, dari Rp543.685,- per kapita per bulan pada September 2020 menjadi Rp565.776,- per kapita per bulan pada Maret 2021. Sedangkan untuk daerah perdesaan naik sebesar 2,79 persen yaitu dari Rp514.663,- per kapita per bulan pada September 2020 menjadi Rp529.035,- per kapita per bulan pada Maret 2021.

Bila dilihat tingkat kemiskinan di Pulau Sumatera, Aceh masih menduduki peringkat pertama. Daerah kedua termiskin, yaitu Bengkulu (15,22%) diikuti Sumatera Selatan (12,84%) dan Lampung (12,62%).

Komentar

Loading...