Penganiayaan Berat di Lamjabat Banda Aceh, Polisi: Pelaku Gangguan Psikotik

Penganiayaan Berat di Lamjabat Banda Aceh, Polisi: Pelaku Gangguan Psikotik
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, M. Ryan Citra Yudha | Foto : Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banda Aceh melakukan perkembangan kasus penganiayaan berat secara berantai yang terjadi di Gampong (Desa) Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Jumat, 5 Maret 2021.

Kejadian tersebut menyebabkan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial RL, 35 tahun, meninggal dunia. Sedangkan, tiga korban lainnya, N, 14 tahun, A, 12 tahun, dan seorang ibu yang merupakan tetangga korban, mengalami luka-luka.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha, menyebutkan berdasarkan hasil Visum Et Revertum Psychiatricum yang dikeluarkan dari Rumah Sakit Jiwa Aceh pada 25 Maret 2021, pelaku mengalami gangguan jiwa psikotik.

"Pelaku mengalami gangguan jiwa psikotik dengan diagnosa skizofrenia paranoid, yang menampilkan perubahan bermakna dan konsisten dalam bentuk keseluruhan dari berbagai aspek prilaku pikiran dan emosi," kata Ryan, Jumat, 2 April 2021. 

Selain itu, pelaku juga mengalami perubahan tingkah laku yang berhubungan erat dengan keseluruhan, tidak terkendali berupa tindakan pengancaman terganggunya fungsi mental secara keseluruhan.

Sementara itu, kata Ryan, pihaknya dalam waktu dekat akan meminta keterangan dari ahli Psikiater dari dokter yang bersangkutan yang mengeluarkan hasil Visum itu, untuk mengetahui bagaimana yang dimaksud dengan gangguan jiwa psikotik dengan diagnosa skizofrenia paranoid tersebut. 

"Walaupun kondisinya dalam gangguan kejiwaan, sampai saat ini proses penyidikan masih berjalan, setelah adanya hasil visum et revertum ini, pihak Kepolisian akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Banda Aceh untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya," tuturnya. 

Ryan menyampaikan saat ini, pelaku masih dalam perawatan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Aceh.

Komentar

Loading...