Penggunaan Dana Desa di Subulussalam Perlu Diaudit

Penggunaan Dana Desa di Subulussalam Perlu Diaudit
Tampak beberapa dari puluhan mahasiswa Subulussalam yang melakukan aksi di Kantor Kejati Aceh | Foto: Komar, KBA.ONE

KBA.ONE, Banda Aceh - Puluhan Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Subulussalam (AMPES) menggelar aksi unjuk rasa, di Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh, Senin 13 Januari 2020.

Koordinasi Lapangan, Darma Sagala, kepada KBA.ONE mengatakan unjuk rasa yang digelar hanya untuk meminta Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh agar mendesak Kajari Kota Subulussalam mengawasi tentang keterbukaan penggunaan dana desa ke Bimbingan Teknik (BIMTEK).

"Untuk apa melakukan Bimbingan Teknik (BIMTEK) harus keluar daerah seperti ke Batam, Bandung, dan Medan. Pelaksanaan ke Batam sendiri memakan biaya Rp6 juta belum lagi ke Bandung. Sedangkan di Aceh juga bisa dilaksanakan itu," tambah Darma.

Selanjutnya, Darma juga menyampaikan agar Kajari Aceh mendesak supaya Kajari Kota Subulussalam mengaudit penggunaan dana desa dalam kegiatan Bimtek yang dilakukan oleh seluruh kepala desa kota Subulussalam.

Sementara itu, seluruh Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Subulussalam (AMPES) menegaskan apabila dalam waktu 30 hari desakan ini diabaikan, AMPES akan mengadakan aksi dengan masa yang lebih banyak. | Komar, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...