Penghargaan Embodying Respect Award PDWC, Kado Terindah Peringatah Hardikda Aceh ke-62

Penghargaan Embodying Respect Award PDWC, Kado Terindah Peringatah Hardikda Aceh ke-62
Para peserta dari SMA 3 Banda Aceh yang mewakili Indonesia di ajang Parliamentary Debate World Conference (PDWC) di Tokyo, Jepang. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-62, dunia pendidikan di Aceh kembali mengukir prestasi yang membanggakan, meski di tengah masa pandemi Covid-19 dan proses belajar mengajar secara daring.

Tak tanggung-tanggung, kali ini prestasi membanggakan datang dari siswi dan guru SMA Negeri 3 Banda Aceh, yaitu menjadi perwakilan Indonesia pada ajang Parliamentary Debate World Conference (PDWC) internasional yang berlangsung sejak 15 hingga 21 Agustus 2021 di Tokyo, Jepang.

Pelaksanaan PDWC tahun ini dilakukan secara online dan di ikuti 12 grup peserta dari tujuh negara, yaitu Jepang, New Zealand, Indonesia, Amerika, Jamaica, Australia dan Thailand. Peserta dari Indonesia diwakili oleh SMA Negeri 3 Banda Aceh, yakni Nazuya Aliyyah, Falisha Salma, dan Clairine Leony bersama Guru Pembimbing, Laila Zahara.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Mohammad Iqbal, mengatakan sejak awal kegiatan PDWC Japan 2021 yang diikuti  tim debat SMAN 3 Banda Aceh, pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut.

Iqbal menambahkan keberhasilan ini patut disyukuri oleh semua pihak. Hal ini menunjukkan capaian Pendidikan Aceh kian diperhitungkan diberbagai even kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. 

“Kami berharap jejak pengalaman yang dilalui tim debat SMAN 3 Banda Aceh dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Aceh, sebagai wujud menuju Aceh Carong dan Aceh Hebat,” tutur Iqbal.

Hal yang sama juga di katakan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Banda Aceh, Syarwan Joni, untuk bisa ketahap itu, pihaknya telah mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, hingga usulan konten gagasan Cultural Connect Activity oleh masing-masing peserta.

“Sebagai pembina sekolah, kami sangat mengapresiasi dan bangga atas capaian prestasi yang luar biasa ini. Penghargaan dan apresiasi tinggi kami sampaikan kepada kepala sekolah, guru dan siswa yang telah berhasil beprestasi dan meraih penghargaan Embodying Respect Award PDWC Japan 2021,” ujarnya.

“Alhamdulillah hasil seleksi administrasi dan gagasan cultural tim sekolah, yang terdiri dari 3 siswa dan 1 guru pembimbing berhasil lolos menjadi satu-satunya tim SMA mewakili Indonesia dalam PDWC,” lanjutnya.

Kata dia, lebih kurang satu minggu siswa dan guru dilibatkan dalam  kegiatan presentasi budaya negara masing-masing, mengenal budaya Jepang dan Debate Friendship. Tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan terpilih untuk mempresentasikan video tentang cltural dengan konten presentasi budaya Aceh bersamaan dengan Jepang dan Jamaica. “Tim Indonesia memperkenalkan budaya Aceh dengan judul Cultural Connect Activity,” tambah Syarwan Joni.  

Diketahui, Parliamentary Debate World Conference (PDWC) adalah program tahunan yang diselenggarakan oleh Waku Pro Foundation Jepang untuk pelajar SMA pada tingkat internasional.  Program ini bertujuan untuk misi perdamaian dan persahabatan lintas negara, agama dan budaya (friendship harmony). | FITRI, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...