Penghujung 2020, Harga Bahan Pokok Mulai Naik

Penghujung 2020, Harga Bahan Pokok Mulai Naik
Salah satu lapak pedagang bahan pokok di pasar Peunayong Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE, Tasya

KBA.ONE, Banda Aceh - Di penghujung tahun 2020, sejumlah bahan pokok di Banda Aceh mulai naik. Salah satu faktor penyebabnya yaitu menurunnya hasil produksi akibat cuaca yang tidak stabil.

Teuku Mustafa Kamal, 25 tahun, salah seorang pedagang di Pasar Peunayong, Banda Aceh, Senin 21 Desember 2020, mengatakan saat ini harga bahan pokok, seperti cabai merah yang sebelumnya Rp45 ribu, kini menjadi Rp50-60 ribu per kilogram (kg), cabai hijau dari harga Rp25-30 ribu menjadi Rp35 ribu per kg. Selanjutnya, cabai rawit Thailand sebelumnya Rp30-45 ribu menjadi Rp60 ribu, rawit jenis nano (geprek) harga Rp45 ribu menjadi Rp55 ribu.

Selain itu, harga bawang putih juga mengalami kenaikan, dari harga Rp25 ribu jadi Rp28 ribu. Begitu juga dengan tomat Medan, dari harga Rp8 ribu memjadi Rp10 ribu, jeruk nipis sebelumnya Rp8-10 ribu menjadi Rp14 ribu. "Namun bawang merah menurun dari harga Rp40 ribu, kini Rp33 ribu hingga Rp35 ribu," kata Mustafa kepada KBA.ONE.

Menurut Mustafa, mahalnya harga bahan pokok tersebut tergantung dengan kualitas barangnya. Biasanya yang paling banyak diburu pembeli yaitu cabai merah dan bawang merah.

Di lokasi yang sama, salah seorang pedagang sembako, Fakhrur Razi, 40 tahun, membenarkan bahwa beberapa kebutuhan pangan saat ini mengalami kenaikan harga, diantaranya telur dari harga Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per papan, minyak goreng sebelumnya Rp14 ribu dari harga Rp12 ribu. "Harga beras kini masih stabil, yakni mulai dari Rp150 sampai Rp170 ribu tergantung merek beras," lanjutnya.

Menurut Fakhrur, salah satu penyebabnya mungkin karena banjir yang ada di Medan sebelumnya, karena beras yang dijual di pasaran saat ini berasal dari Medan dan lokal.*** | Tasya, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...