Pengurus MPU Aceh Tengah Dikukuhkan, Shabela: Hindari Politik Praktis

Pengurus MPU Aceh Tengah Dikukuhkan, Shabela: Hindari Politik Praktis
Pengukuhan pengurua MPU Aceh Tengah periode 2020-2025 di Takengon. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Tengah periode 2020-2025 resmi dikukuhkan lewat sidang paripurna istimewa di gedung Ummi pendopo bupati, Sabtu 21 November 2020.

Dalam khotbah iftitah, Tgk M. Isa Umar selaku pimpinan sidang mengatakan pelantikan pengurus itu merupakan wujud dari prosesi musyawarah daerah (musda) beberapa waktu lalu dan sesuai acuan qanun nomor 2 tahun 2009.

"Kami adalah mitra pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, tentu semua itu tidak terlepas dari dukungan semua pihak dan partisipasi dari semua komponen masyarakat, sesuai falsafah Gayo yang berbunyi, keramat mufakat behu berdedele, salah bertegah benar berpapah," kata M. Isa, menafsir istilah yang ada di Gayo.

Selain itu, prosesi pengukuhan itu tercantum dalam Surat Keputusan Bupati Aceh Tengah nomor 451.7/668/MPU/2020 tentang pemberhentian pengurus MPU masa bakti 2015-2020, dan penetapan pengurus MPU Aceh Tengah masa bakti 2020-2025.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar meminta kepada 29 orang pengurus MPU di daerah itu mampu mengawasi pemerintahan Shabela- Firdaus untuk memberi masukan diminta maupun tidak diminta.

“MPU bisa mengawasi pemerintahan kami, tidak berdiam diri. Ulama adalah pewaris nabi, panutan kami, jika ulama tidak memberi masukann positif siapa lagi yang mengingatkan kami,” kata Shabela.

Menurutnya, ke depan tugas umara dan ulama lebih berat, cobaan lebih banyak. Untuk itu ia meminta ulama tidak segan memberi masukan selain memberi bimbingan kepasa masyarakat. MPU juga harus memberi saran dan masukan mengawal pemerintahan dan kebijakan daerah.

“Mari luruskan niat, menjadi anggota MPU bukan hanya melengkapi fasilitas semata dan merasa lebih baik dari tengku guru yang lain. Ulama memiliki tugas pembimbing umat, lembaga musyawarah menyelesaikan persoalan masyarakat sesuai ajaran islam," ungkapnya.

Kemudian, kata Shabela, ulama harus mampu memposisikan diri milik semua umat, tidak memihak, terlebih menjelang pilkada, jangan terjun ke politik praktis, ukhuwah islamiah akan rusak jika ulama dijadikan tameng dalam ajang kontestasi politik. Ia berharap ulama mampu membawa umat kejalan kebenaran.

“Terima kasih kepada pengurus lama, dan selamat bertugas kepada pengurus MPU Aceh Tengah yang baru. Mari bahu membahu membangun negeri ini sesuai tufoksi kita masing-masing,” tutup Bupati.*** | Karmiadi, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...