Pengusaha Getah Pinus di Aceh Tengah Mengadu ke DPRK

Pengusaha Getah Pinus di Aceh Tengah Mengadu ke DPRK
Pertemuan para pengusaha pinus bersama Ketua DPRK Aceh Tengah. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Sejumlah masyarakat mengatasnamakan pengusaha getah pinus memohon kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupate  (DPRK) Aceh Tengah untuk mencari solusi terkait permasalahan yang sedang dihadapi di lapangan.

Polemik pengusaha getah itu muncul setelah berdirinya pabrik getah pinus yang ada di Kute Baru, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Ketua DPRK Aceh Jaya, Arwin Mega, Selasa 28 Juli 2020, mengatakan setelah berdirinya pabrik getah di Kute Baru, para pengusaha wajib menjual getah ke pabrik tersebut, sesuai peraturan yang ada.

Ia menyampaikan berdasarkan pengakaun mereka, selain harga beli getah pinus yang semena-mena, kini pengusaha truk yang biasa mengangkut truk keluar daerah tidak lagi mengais rejeki lewat mengangkut getah tersebut keluar daerah (Medan).

“Mereka (pemilik truk) kini tidak ada lagi pekerjaan. Jika dibawa keluar (Medan) minimal ongkosnya bisa menghidupi keluarga, sekarang itu tidak ada lagi,” papar Arwin.

Pada dasarnya, aturan tersebut mengacu kepada Intruksi Gubernur Aceh nomor 03/INSTR/2020 tanggal 20 Maret 2020 tentang moratorium penjualan getah pinus keluar wilayah Aceh, ditambah dengan peraturan Bupati Aceh Tengah nomor 13 tahun 2020 tanggal 3 April 2020 tentang larangan membawa komoditi bahan mentah getah pinus keluar daerah Kabupaten Aceh Tengah.

Arwin Megas mengungkapkan atas permasalah ini, pihak DPRK akan menggelar pertemuan bersama pihak terkait, seperti Dinas Perijinan, Perindustrian, kehutanan, pengusaha getah pinus dan pemilik pabrik yang ada di Kute Baru Linge.*** | Karmiadi, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...