Peralatan Pembangunan Pabrik NPK PT PIM dari Spanyol, Akhir 2021 Ditargetkan Rampung

Peralatan Pembangunan Pabrik NPK PT PIM dari Spanyol, Akhir 2021 Ditargetkan Rampung
Sekretaris Perusahaan PT PIM, Yuanda Wattimena. | Foto: KBA.ONE, Fazil

KBA.ONE, Lhokseumawe - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terus mengebut pembangunan proyek pabrik Nitrogen Phospor dan Kalium (NPK), dan ditargetkan akan beroperasi akhir tahun 2021.

Sekretaris Perusahaan PT PIM, Yuanda Wattimena, kepada KBA.ONE, Kamis 13 Agustus 2020, mengatakan jika melihat dari jangka waktu sebelumnya itu ditargetkan selesai pembangunan pabrik NPK pada Juli 2021. Namun, karena kondisi seperti saat ini covid-19, maka tenggat waktu diundurkan lagi, tergetnya akhir 2021 rampung.

"Kapasitas pabrik NPK itu berjumlah 500 ribu ton per tahun. Untuk pengadaan peralatan progres pembangunan NPK diperoleh dari Spanyol dan Italia, itu sudah terpenuhi. Saat ini ada yang fabrikasi maupun pengiriman peralatan, cuma karena kondisi begini (covid-19) maka itu menjadi terkendala juga," kata Yuanda Wattimena.

Menurut Yuanda, karena di Eropa juga mengalami hal yang sama yaitu covid, tentunya untuk mencegah penyebaran covid-19 maka mereka menyetop operasional pabriknya. Sehingga pekerjaan disini (NPK) juga tertunda, tapi pengerjaannya tetap diupayakan sesuai target harus selesai, walaupun ada pergeseran waktu sedikit dari terget sebelumnya pada Juli 2021.

"Kalau untuk tenaga kerja secara keseluruhan dibutuhkan di pabrik NPK itu sekitar 100-an orang. Tapi proses perekrutannya bertahap, saat ini direkrut hanya 50 orang terlebih dahulu sebagai Operator Development Program (ODP). Istilahnya di pabrik NPK itu ada
commissioning, maka tahapan itu kita siapkan orang (tenaga kerja)," ujar Yuanda.

Namun, sebut Yuanda, untuk hari ini (Kamis) ada sejumlah peserta sedang mengikuti tahapan wawancara. PT PIM bekerja sama dengan pihak Unimal, karena mereka juga sebagai penyeleksi tenaga kerja untuk pabrik NPK yang dibutuhkan 50 orang tersebut.

Kemudian, lanjut Yuanda, setelah tahapan wawancara dilanjutkan tes medical check up. Selanjutnya baru akan dilakukan training peserta yang lulus tahapan-tahapan itu, tapi nantinya mereka akan dimagangkan di pabrik yang sama dengan NPK PT PIM yang berada di luar daerah. ** | Fazil, Kontributor Lhokseumawe.

Komentar

Loading...