Perayaan Natal di Banda Aceh Berlangsung Aman

Perayaan Natal di Banda Aceh Berlangsung Aman
Para jemaat merayakan natal di Gereja Katolik Hati Kudus Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE, Tasya

KBA.ONE, Banda Aceh - Perayaan natal di Banda Aceh berlangsung aman. Namun mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19, untuk menghindari kerumunan para jemaat yang akan masuk ke gereja dibagi menjadi dua sesi.

Pantauan KBA.ONE, Jum'at 25 Desember 2020, di Gereja Katolik Hati Kudus (Katolik), Banda Aceh, para jemaat satu per satu memasuki gereja dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker. Di luar gereja juga tampak aparat gabungan TNI dan Polri berjaga-jaga guna menjaga keamanan perayaan natal, khususnya di Banda Aceh.

Ipda Hilman Rosyadi Siregar, salah seorang personel Polresta Banda Aceh, yang sedang bertugas, mengatakan dalam pengamanan natal ini terdapat empat pos pengamanan yaitu pos Gereja Hati Kudus, Gereja GPIB, Gereja Metodis, dan pos Gereja HKBP. Sementara, dua bersifat pelayanan yang terdiri dari pelayanan Pelabuhan Ulee Lheue dan di terminal.

“Untuk pengamanan itu terdiri dari personel Polresta Banda Aceh, Polsek, ditambah dengan perkuatan dari Kodim 0101/BS sebanyak empat orang,” jelas Hilman kepada KBA.ONE.

Kata dia, pengamanan ini sudah berlangsung sejak 21 Desember 2020 sampai 04 Januari 2021 pelaksanaan dengan Operasi Lilin Seulawah 2020 selesai.

Hilman mengungkapkan sejauh ini pihaknya bersama intelijen tetap melaksanakan perkiraan-perkiraan pengamanan. "Insya Allah sesuai dengan harapan kita, pelaksanaan operasi ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses," harapnya.

Sementara, Pastor Gerardus Kanofmone OCD Besar, asal dari perbatasan Timor Leste dengan Indonesia, sebagai Romo dia mengatakan pengalaman perayaan natal tahun ini jelas berbeda, karena natal sebelumnya tidak ada pandemi. "Dalam situasi pandemi otomatis berbeda, perayaannya, tidak berbeda tetapi teknis perayaannya itu yang berbeda," katanya.

Perbedaan itu, kata dia, pembagian jadwal misa yang dulunya hanya sekali kini dibagi menjadi dua kali misa dengan membatasi jumlah jemaat yang hadir.

Gerardus menyampaikan hari ini ada tiga kali perayaan, dua kali untuk umat secara umum, dan satu kali untuk pembatasan. Ia berharap semoga pandemi ini cepat berakhir dan kembali kepada aktivitas, juga berdoa bagi pemerintah atas segala upaya pencegahan penularan Covid-19.

Disisi lain, Gerardus yang merayakan natal di Bumi Serambi Mekah merasakan kenyamanan, walaupun tak semeriah tahun sebelumnya. Selama beribadah di Aceh, saat ini ia mengaku jauh lebih aman dari yang dibayangkan. "Di Aceh sangat lah aman jika dibandingkan dengan di luar sana yang sering terjadi yaitu begal, namun di sini tidak ada," tutupnya.*** | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...