Percepat Investasi di Sabang, BPKS Teken MoU dengan Dinas Penanaman Modal Aceh  

Percepat Investasi di Sabang, BPKS Teken MoU dengan Dinas Penanaman Modal Aceh  
Sesi foto bersama setelah penandatangan MoU BPKS dan DPMPTSP didampingi Direktur Fasilitasi Promosi Daerah Kementerian Investasi dan BKPM, Saribua Siahaan. | Foto: KBA.ONE, Komar

KBA.ONE, Banda Aceh - Mendukung percepatan pertumbuhan investasi dan pengembangan Kawasan Sabang Free Trade Zone (FTZ). Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Aceh.

Penandatangan MoU tersebut dilaksanakan dalam rapat koordinasi pemangku kepentingan terkait promosi dan kerja sama kawasan Sabang, di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Kamis, 23 September 2021, dengan tema kegiatan “Sinergitas Pengembangan Investasi Sabang FTZ di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB) Sabang”.

Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnain menyebutkan Sabang sebagai kawasan FTZ dengan bentuk aturan kepabeanan dan pajak tersendiri yang menjadikan Sabang FTZ bebas dari bea masuk, pajak pertambahan nilai serta pajak penjualan barang mewah.

"Dengan segala kemudahan tersebut, membuat Sabang sebagai peluang utama bagi tujuan investasi di ujung paling barat Indonesia," kata Iskandar dalam sambutannya.

Menurutnya, Sabang FTZ juga terletak di posisi strategis, yaitu pintu masuk jalur pelayaran tersibuk di dunia, tidak kurang 400- 500 kapal melintas setiap harinya dan berdekatan dengan 38 negara menjadikan Sabang sebagai lokasi terbaik untuk bisnis dan mengakses paras global.

Iskandar menyampaikan untuk mewujudkan program prioritas dalam rangka percepatan pengembangan Investasi di Kawasan Sabang FTZ BPKS telah melakukan beberapa penjajakan, inisiasi kerja sama, dan MoU di antaranya dengan PT. Krakatau Bandar Samudera untuk pengelolaan pelabuhan.

Kemudian, dengan Marina Del Rey bagi pengembangan Marina Yacht, dengan Kemenko Kemaritiman dan Investasi untuk Emergency Call dan Crew Change, dengan Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia (Asprindo) untuk kemitraan strategis, serta dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam pengembangan aplikasi teknologi dan lingkungan.

Sementara itu, Kepala DPM-PTSP Aceh, Marthunis melalui Kepala bidang promosi DPM-PTSP Aceh, Junaidi, mengatakan siap untuk mendukung BPKS dalam kerja sama ini dan akan terus berkomitmen mewujudkan percepatan investasi di Sabang FTZ, serta program kerja sama ini akan mendorong serta mempermudah birokrasi di bidang perizinan.

"Penandatanganan MoU ini adalah bentuk komitmen kita untuk mendorong pertumbuhan investasi di Sabang, karena dengan berkembangnya kawasan Sabang akan memberikan dampak para pertumbuhan ekonomi di Aceh secara umum," ujar Junaidi.

Direktur Fasilitasi Promosi Daerah dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Saribua Siahaan, menyampaikan kawasan FTZ Sabang sangat luar biasa berpotensi karena letaknya sangat strategis.

"Kita berharap sinergitas pemerintah pusat, pemerintah daerah, untuk memajukan kawasan FTZ Sabang ini. Majunya kawasan Sabang, maka maju pula kawasan atau kota-kota lain di Aceh," tutur Saribua akrab disapa Jus.

Direktur Promosi dan Kerjasama, BPKS Maya Safira, menyampaikan penandatanganan Mou ini merupakan salah satu kepentingan antara BPKS dengan pihak terkait, agar kelompok kerja lebih aman dari segi regulasi dan kolaborasi, ke depan semakin berat. Dalam hal ini sebagai pemangku ialah Kementerian Investasi.

Maya mengungkapkan saat ini target pengembangan investasi oleh BPKS yaitu Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Sabang.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala BPKS, T. Zanuaryah, Deputi Komersial dan Investasi, Erwanto, Deputi Tekbang, Azwar Husein, Direktur Promosi dan Kerjasama, BPKS Maya Safira, dan Kepala BPKS Perwakilan Banda Aceh, Likman.

Sementara, penandatanganan MoU antara BPKS dengan DPM-PTSP Aceh ditandatangani oleh Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnain dan Kepala DPM -PTSP Aceh, Marthunis, serta disaksikan oleh perwakilan Bea Cukai Aceh, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh serta unsur  SKPA, SKPD Aceh Besar dan Kota Sabang.

Rapat koordinasi sinergitas pengembangan investasi Sabang FTZ ini merupakan program kerja direktur promosi dan kerja sama di kedeputian komersial dan investasi BPKS, dengan target percepatan pengembangan investasi di Sabang FTZ dapat berjalan maksimal.

Anara

Komentar

Loading...