Perdana, Perpisahan MAN I Takengon Digelar Secara Adat

Perdana, Perpisahan MAN I Takengon Digelar Secara Adat
Prosesi perpisahan digelar secara adat di MAN 1 Takengon. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Perdana dilakukan perpisahan siswa-siswi digelar secara adat di Madrasah Aliah Negeri (MAN) I Takengon Aceh Tengah. Kegiatan itu disebut dengan "Bemunge" bahagian dari kegiatan adat mengembalikan anak didik kepada orang tua dan masyarakat.

Kepala Sekolah MAN I Takengon, Riswan Basri, Kamis 1 April 2021, mengatakan prosesi itu sengaja dilakukan di sekolah tersebut, supaya anak-anak yang sudah usai menempuh pendidikan di sekolah tersebut cinta terhadap adat dan budayanya.

Meskipun nantinya peserta didik itu menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik di dalam daerah maupun di luar daerah. Supaya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budayanya sendiri, yaitu adat dan budaya Gayo.

“Ini zaman moderenisasi, jika tidak dipupuk sejak dini akhlak mereka akan terkikis. Adat dan agama saling berpapasan, salah satu cara yang bisa memupuk akhlak anak-anak kita adalah adat,” kata Riswan Basri, usai kegiatan berlangsung.

Ia juga mengaku merasakan sendiri khidmatnya, menyentuh hati, ada amanah yang disampaikan kepada anak, dan ini berdampak positif kepada mereka, sedikit tidaknya akan mengikuti amanah yang disampaikan tadi.

Secara bergantian, mulai dari kepala sekolah, perwakilan orang tua, dan perwakilan kepala desa serta petuah dari Majelis Adat Gayo (MAG) memberikan nasehat kepada 249 siswa yang telah menempuh pendidikan di sekolah tersebut dengan bahasa adat Gayo.

Pihaknya mengaku akan menggelar kegiatan tersebut secara continue. Sebelumnya kata Riswan, pihaknya berkeinginan menggelar prosesi penyerahan anak didik kepada guru secara adat, di tengah merebaknya Covid-19 kala itu kegiatan tersebut batal diselenggarakan.

“Kami akan berkoordinasi dengan MAG Aceh Tengah terkait kegiatan-kegiatan adat di sekolah,” tutup Riswan Basri.

Sementara itu, Ketua Mejelis Adat Gayo Aceh Tengah, Banta Cut Aspala, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan adat yang dilakukan pada orang Gayo terdahulu dalam menyerahkan anaknya kepada pendidik.

“Ini yang harus kita kembalikan, mengembalikan adat yang telah hilang dan menjaga yang telah ada saat ini,” katanya.

Ia berharap semua pihak mendukung kegiatan-kegiatan adat yang memiliki dasar untuk diselenggaran di Kabupaten Aceh Tengah, terutama dalam dunia pendidikan. 

“Ada tiga adat dalam pendidikan, pertama, penyerahkan anak kepada tengku guru, ini namanya "igurun", kedua ,"Tingok Sino" artinya meninjau anak ke sekolah, merupakan bahagian dari proses evaluasi dan yang terakhir mengembalikan anak kepada orang tua dan masyarakat,” tutup Aspala.

Untuk diketahui, MAN I Takengon melepas sebanyak 249 siswa-siswi terbaiknya, mereka merupakan angkatan ke-56 IPS dan IPA.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...