Perginya Sang Penyapa Paradigma; Mirza Keumala

Perginya Sang Penyapa Paradigma; Mirza Keumala
Tuanku Mirza Keumala. | Instagram

Dia sahabat yang baik dan selalu mengobarkan optimisme. Bahkan, cara dia berkomunikasi kerap  'menyihir' lawan bicaranya. | Ramadan,  CEO www.kba.one.

KBA.ONE, Banda Aceh – Praktisi komunikasi asal Aceh, Tuanku Mirza Keumala, penggagas diksi "Salam Paradigma", pukul 05:25 WIB, Rabu 13 Februari 2019, tutup usia di Jakarta, setelah sebelumnya dirawat intensif di Medical Center Subang, Malaysia.

Lelaki humble kelahiran 3 Mei 1958 yang gemar menyapa dengan kata "Salam Paradigma" ini terlalu banyak menyisakan kenangan bagi para sahabat dan kerabatnya.

Teman-teman Allahuyarham,  terutama kalangan wartawan di Aceh, tersentak begitu mendengar kabar kepergiannya menuju alam kubur. "Dia sahabat yang baik dan selalu mengobarkan optimisme. Bahkan,  cara dia berkomunikasi kerap  menyihir lawan bicaranya," kenang Ramadan,  CEO Kantor Berita Aceh.

Aldin NL,  Plt Ketua PWI Aceh,  mengaku cukup kehilangan atas kepergian Allahuyarham Tuanku Mirza Keumala. "Kami terakhir bertemu ketika resepsi pernikahan anak Bang Mirza di Banda Aceh, beberapa minggu lalu,” kata Aldin NL.

Aldin bersama Wakil Ketua PWI Aceh, Ramadan, sempat menjenguk Mirza ke Medical Center Subang, Malaysia, pada Senin 11 Februari 2019. “Tapi begitu kami tiba di ruang perawatannya, bang Mirza sudah keluar dari rumah sakit itu 2 jam sebelumnya. Jadi kami telat, gak bertemu,” kata Aldin NL.

Mirza Keumala kumpul bersama keluarga di Penang |Foto: Instagram @keumala_mirza

Karier

Tuanku Mirza Keumala, suami dari Syarifah Farahdiba, ini tercatat masih keturunan Sultan Aceh Dinasti Alaiddin, sekarang disebut Kaum Alaiddin.

Lulusan Sekolah Tinggi Publisistik, Jakarta, ini pernah menjabat di berbagai lembaga, badan atau perusahaan terkemuka di Indonesia.

Dia pernah menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina Retail sejak 7 Maret 2017 berdasarkan Keputusan PT Pertamina (Persero) selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina Retail.

Mengawali Karir sebagai Reporter Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta tahun 1980 – 1987. Kemudian tahun 1991 – 1996 memegang jabatan News Manager PT. Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI), dilanjutkan tahun 1996 – 1998 memegang jabatan Asisten Direktur Operasi di PT. CTPI.

Tahun 2000 – 2003 memegang jabatan Staff Ahli Wakil Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Lalu tahun 2010 – 2012 memegang jabatan Staff Ahli Direksi PT. Angkasa Pura II (Persero) Tbk. Dilanjutkan tahun 2011 – 2013 memegang jabatan Komisaris PT. KAI Commuter Jabodetabek.

Pada 2016 – saat ini memegang jabatan Tenaga Ahli Bidang Organisasi dan Kelembagaan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Penyakit Kanker

Allahuyarham Mirza Keumala sempat meminta do'a kepada sahabat-sahabanya melalui caption unggahan instagram miliknya. @keumala_mirza "Makin Memahami Karakter Kanker.... antara perasaan sehat dan serangan sakit sangat tak terduga... setelah berjuang sepanjang malam menahan nyeri tulang pangkal paha, pagi ini saya harus terbang kembali ke Penang utk perawatan rumah sakit ... sabar ya @tsheilanf semoga ayah bisa kembali sebelum 26 januari ... mhn doa sahabat budiman .. Salam Paradigma".

Unggahan Mirza Keumala sebelum terbang ke Malaysia |Foto: Instagtam @keumala_mirza

Allahuyarham Mirza Keumala  selama setahun terakhir dikabarkan menderita kanker neuroendocrine. Penyakit yang diderita  Allahuyarham  terdeteksi sekitar setahun lalu di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Kemudian, mantan Kabag Humas PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Lhokseumawe ini rutin menjalani perawatan di Penang, Malaysia.  Bekas juru bicata BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Aceh – Nias, ini terakhir menjalani perawatan di Medical Center Subang, Malaysia.

Karena kondisinya kritis, Senin siang 11 Februari 2019, dari Subang,  Malaysia,  Tuanku Mirza Keumala diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat carter. Tapi,  Allah SWT berkehendak lain dan memanggilnya di usia 60 tahun.

Allahuyarham dikenal memiliki banyak teman di kalangan petinggi negara di antaranya Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dan Wamen ESDM Arcandra Tahar. Dia juga bersahabat dengan kalangan Cendana semasa Soeharto berkuasa. Selamat jalan Bang Mirza Keumala.  Salam Paradigmamu akan selalu kami kenang di Kafe Paradigma: Secangkir kopi, seribu cerita. ***

Komentar

Loading...