Perkara Tapal Batas, Warga Paya Bakong Minta Keuchik Plu Pakam Cabut Gugatan di Pengadilan

Perkara Tapal Batas, Warga Paya Bakong Minta Keuchik Plu Pakam Cabut Gugatan di Pengadilan
Kuasa Hukum Gampong Blang Pante, Paya Bakong, Zul Azmi Abdullah, S.H. | Foto: KBA.ONE, Fazil

KBA.ONE, Lhokseumawe - Sejumlah warga Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara meminta kepada Keuchik Gampong Plu Pakam, Ridwan, Kecamatan Tanah, untuk mencabut terkait gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan ke Pengadilan Negeri Lhoksukon beberapa waktu lalu.

Dimana Keuchik Plu Pakam melakukan gugatan terhadap Kepala Desa (Keuchik) Gampong Blang Pante, Paya Bakong (tergugat I), dan Pemkab Aceh Utara (tergugat II) tentang permasalahan tapal batas di daerah tersebut. Pada surat gugatan itu terdapat stempel pendaftaran perdata dengan Nomor Registrasi: 6/Pdt.G/2020/PN LSK tanggal 30 April 2020.

Kuasa Hukum Pihak Gampong Blang Pante, Paya Bakong, Zul Azmi Abdullah, Selasa 19 Mei 2020, mengatakan pihaknya meminta Keuchik Plu Pakam agar mencabut gugatannya di Pengadilan Negeri Lhoksukon. Karena gugatan tersebut dapat berpotensi terganggunya pembebasan tanah tahap selanjutnya, serta akan terhambatnya pembangunan waduk Krueng Keureuto.

"Perlu kami jelaskan bahwa sejak tahun 1976 dan sebelum sejak lama pembasan tanah maupun pembangunan waduk Krueng Keureuto yang berada di Gampong Blang Pante, Paya Bakong, bahwa pihak Plu Pakam tidak pernah mempersoalkan batas wilayah tersebut. Permasalahan tapal batas itu dimunculkan mereka sejak adanya pembebasan tanah dan untuk pembangunan waduk Krueng Keureuto," kata Zul Azmi Abdullah, kepada wartawan, didamping Ketua Tuha Peut Blang Pante, Sulaiman.

Menurut Zul Azmi, lagi pula permasalahan itu telah dibahas oleh Pemkab Aceh Utara saat dilakukan pertemuan pada 22 April 2020, yang dihadiri kedua belah pihak yakni Gampong Blang Pante dan Plu Pakam. Ketika itu keduanya telah bersepakat untuk mengikuti peta dan data-data dari pemkab setempat, yang berpedoman pada peta topdam tahun 1976.

"Oleh karena itu kita meminta Keuchik Plu Pakam sebaiknya agar mencabut gugatannya di pengadilan demi kemaslahatan masyarakat. Karena pihak Gampong Blang Pante sangat mendukung pembangunan waduk Krueng Keureuto. Kita berharap agar pembebasan tanah lanjutan di Blang Pante serta pembangunan waduk tetap berjalan, dalam hal ini kita pun siap membantu pemerintah," ujar Zul.

Namun, kata Azmi, apabila mereka juga tidak mencabut gugatannya, pihaknya siap menjalani tahapan di pengadilan dengan menunjukkan bukti-bukti yang ada. Karena pada dasarnya pedoman peta topdam sudah sesuai terkait tapal batas tersebut. ** | Fazil, Kontributor Lhokseumawe

Komentar

Loading...