Perkenalkan, Truk Tanpa Sopir dari Uber

Perkenalkan, Truk Tanpa Sopir dari Uber
Truk tak bersupir rancangan Uber | wired.com

Kemampuannya bahkan diklaim dapat menandingi kemampuan Budweiser milik Otto yang pernah tercatat dalam rekor dunia sebagai truk dengan perjalanan terpanjang tanpa sopir

KBA.ONE - Uber Advanced Technologies Group rupanya makin serius menghadirkan truk self driving alias swakemudi yang bisa berjalan tanpa harus dikemudikan sopir. Uber tak sendiri, mereka menggandeng perusahaan bernama Otto untuk mengembangkannya.

Sejauh ini mereka terus meningkatkan teknologi pada truk tersebut. Menurut Alden Woodrom, Manajer Produk Advanced Technologies Group (ATG), truk tersebut telah mendapatkan pembaruan menyeluruh ketimbang model sebelumnya. Salah satu teknologi anyar yang kini sudah terbenam pada truk Uber adalah LiDAR 64. Ini perangkat lunak yang menghadirkan deteksi sensor untuk menangkap navigasi dengan jelas.

Kemampuannya bahkan diklaim dapat menandingi kemampuan Budweiser milik Otto yang pernah tercatat dalam rekor dunia sebagai truk dengan perjalanan terpanjang tanpa sopir. Woodrow meyakinkan, pembaharuan teknologi ini murni sebagai bentuk inovasi. “Otto belum pernah menggunakan LiDAR 64 sebelumnya. Ini merupakan bagian dari integrasi teknologi Otto dengan teknologi ATG,“ ungkap Woodrow seperti dilansir Autoblog, Selasa 4 Juli 2017.

Penambahan kemampuan ini juga didukung dengan data yang tersedia untuk sistem kemudi otomatis. Sehingga membantu meningkatkan kemampuan perangkat lunak dalam menangkap respons situasi di seluruh dunia.

Bahkan Woodrow mendapatkan informasi bahwa badan lisensi DMV California telah memperoleh update tentang kemajuan ini. Wodrow yakin truk ATG masuk dalam kategori kendaraan tingkat dua, seperti Tesla yang dilengkapi dengan autopilot, sehingga tidak memerlukan lisensi otonom khusus. Woodrow sangat optimis truk Uber ATG ini dapat seperti Budweiser nantinya.

Menurut Matt Sweeney, Head of Product ATG, secara kasat mata kendaraan itu tak berbeda jauh dari truk kebanyakan. ada. Baik dari sisi bentuk maupun ukuran.

Namun, bila dilihat lebih jeli ada beberapa komponen yang terpasang untuk menandakan kecanggihannya. "Semua diatur oleh komputer, sehingga mampu mengendalikan mobil tanpa sopir. Jadi seperti ada navigator," ungkap Matt saat memperkenalkan produknya, Rabu, 1 Maret 2017.

Pada bagian depan atas, bawah dan samping truk terdapat alat deteksi sensor untuk menangkap navigasi. Daya tangkap sensor setara dengan kecepatan internet 5G.

Di bagian dalam, truk ini terlihat seperti biasa, karena bisa juga difungsikan secara manual. Ada dua kursi di bagian depan dan area kosong di belakang untuk menempatkan komputer. Juga terdapat tombol on-off untuk pengalihan dari manual ke otomatis. "Jadi beberapa komponen teknologi digunakan agar mobil bisa berjalan sempurna," jelas Matt.

Pola kerjanya, kata Matt, truk akan menangkap sensor dari suatu tempat untuk menunjukkan arah yang akan dituju. Ini sekaligus juga mengatur kecepatan truk. Sensor dapat menangkap hingga jarak 100-120 mil. "Kita bisa mencapai 100-120 mil," ujar Matt.

Uji coba telah dilakukan di San Fransisco. Selanjutnya Uber akan merambah kota-kota lain, tidak tertutup juga kemungkinan di negara berkembang di Asia Pasifik. Prospek truk diyakini akan lebih pesat, karena dibutuhkan dunia industri. "Ini adalah awal dari era teknologi baru. Inovasi mesin dan transportasi yang canggih agar bisa dimanfaatkan orang siapapun dan di mana pun."

Komentar

Loading...