Persiapan PON XX di Papua, KONI Aceh Buka Pelatda 131 Atlet dari 25 Cabor

Persiapan PON XX di Papua, KONI Aceh Buka Pelatda 131 Atlet dari 25 Cabor
Teks Foto : Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem didampingi Ketua Harian Kamaruddin Abubakar, Sekretaris Umum, M Nasir Syamaun, Bendahara Umum, Kennedy Husin, membuka secara resmi Pelatda pada konferensi pers di ruang rapat kantor induk cabang-cabang olahraga ini, Banda Aceh, Rabu (16/4/2020). Foto : Istimewa.

KBA.ONE, Banda Aceh - KONI Aceh terus mempersiapkan 131 atlet dari 25 cabang olahraga melalui pemusatan latihan daerah (Pelatda) untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2020 di Papua. Para atlet saat ini telah mulai memasuki tahap pemusatan latihan daerah (Pelatda) Sentralisasi.

Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf, yang membuka Pelatda itu, kepada wartawan di ruang rapat kantor induk  cabang-cabang olahraga ini, Rabu 16 April 2020, 
mengatakan pelaksanaan Pelatda bagi atlet menghadapi PON tetap berjalan dengan memperhatikan berbagai protokol pencegahan corona virus disease 2019 atau Covid-19.

 Karena itu pula, peresmian Pelatda yang biasanya dihadiri para atlet dan pelatih di ruang terbuka halaman Kantor KONI Aceh, kali ini di dalam ruangan tanpa dihadiri para atlet.

Muzakir Manaf menjelaskan KONI Aceh menetapkan Pelatda dilaksanakan masing-masing Pengprov cabang olahraga dengan ketentuan Pengprov yang atletnya lebih dari lima orang harus dijadikan dua kelompok latihan. "Kecuali sepakbola, kita akan koordinasi dengan Asprov PSSI Aceh untuk cara latihan yang akan diterapkan," ujar Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem ini. 

"Begitu juga akomodasi dan tempat latihannya dipisah, untuk menghindari terlalu ramai dan menumpuknya atlet," jelas Mualem didampingi Ketua Harian Kamaruddin Abubakar, Sekretaris Umum, M Nasir Syamaun, Bendahara Umum, Kennedy dan sejumlah pengurus teras KONI Aceh.

Ia menyebutkan Pelatda dapat dilakukan di Banda Aceh maupun di kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh. "Latih tanding dan uji coba ke luar Aceh dan luar negeri ditiadakan," ujarnya.
 
Tetap Semangat, Target Melebihi PON Jabar

Meskipun persiapan atlet melalui Pelatda di saat pandemi wabah virus corona, tidak mempengaruhi dan mengurangi tekad serta semangat para atlet, pelatih, pengurus KONI Aceh untuk meraih prestasi terbaik di PON Papua. 

"Kita tetap ingin meraih target prestasi di PON  XX Papua melebihi prestasi di PON XIX/2016 Jawa Barat," ujarnya.

Mualem menjelaskan, dalam menghadapi PON Papua, KONI Aceh mempersiapkan 131 atlet dari 25 cabang olahraga melalui Pelatda Desentralisasi dan Sentralisasi. Para atlet tersebut hasil lolos dari Prakulifikasi PON (Pra PON) tahun lalu dan Porwil X Sumatera di Bengkulu, Oktober 2019.

Sebutnya, KONI Aceh juga telah menetapkan dua kategori pelaksanaan Pelatda yaitu kategori pertama, atlet dari cabang olahraga yang lolos PON meraih medali dengan masa Pelatda delapan bulan. Masing-masing dua bulan desentralisasi dimulai 17 Februari hingga 18 April 2020 dan enam bulan sentralisasi dimulai 19 April - 18 Oktober 2020.

Kategori pertama 86 atlet dari 15 cabang olahraga yaitu anggar (8 atlet), angkat besi & binaraga (3), atletik (8), biliar (1), kempo (2), menembak (5), muaythai (8), panahan (8), panjat tebing (3), pencak silat (3), renang (2), sepak bola (20), taekwondo (2), tarung derajat (12) dan wushu (1 atlet) .

Kategori kedua, cabang olahraga yang lolos tanpa medali, masa Pelatda enam bulan. Masing-masing satu bulan desentralisasi dimulai 20 Mai hingga 19 Juni. Sentralisasi empat bulan, dimulai 20 Juni hingga 18 Oktober 2020.

Kategori kedua 45 atlet dari 10 cabang olahraga yaitu bermotor (4 atlet), dayung (8), layar (1), rugby (24), selam (1), senam (1), sepak takraw (2), sepatu roda (2), terjun payung (1) dan judo (1 atlet).

Mualem mengatakan, para atlet dalam menjalani pemusatan latihan daerah ini ditangani 43 pelatih Aceh dan 8 pelatih nasional. "Apabila kondisi pandemi Covid-19 ini sudah dinyatakan aman, KONI Aceh akan mendatangkan pelatih dari luar negeri untuk menangani atlet cabang panahan dan muaythai," katanya.

Ia menyebutkan dalam pelaksanaan Pelatda desentralisasi, KONI Aceh memberikan fasilitas kepada atlet dan pelatih yaitu uang saku, exstra fooding dan vitamin. Sedangkan pada saat sentralisasi ditambah uang cuci, konsumsi dan akomodasi. Seluruh atlet juga sudah didaftarkan pada BPJS Ketenagakerjaan. 

Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak menyatakan Pelatda tetap dilaksanakan sesuai sesuai program dan jadwal, meskipun ada wacana PON Papua ditunda.

"Pelatda tetap jalan, karena penundaan PON masih wacana, kecuali sudah ada keputusan dari presiden. Jika PON ditunda, kita juga sudah memikirkan agar Pelatda tetap berjalan," ujar Abu Razak.

Tetap Ikuti Protokol Cegah Covid-19

Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir Syamaun, mengatakan, dalam pelaksanaan Pelatda tetap memperhatikan protokol cegah Covid-19 yang diterbitkan Menpora RI terkait pembatasan secara ketat dalam penerapan physical distancing, sosial distancing atau jaga jarak dan hindari kerumunan. 

"Karena itulah peresmian Pelatda hari ini kita lakukan dalam ruangan dan tidak menghadirkan atlet, karena kalau di luar dan menghadirkan atlet akan terjadi kerumunan," jelasnya. 

Kecuali itu, sebutnya, selama ini juga sejak Februari, para atlet telah menjalani Pelatda Desentralisasi yang dilakukan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga, dengan pola latihan mandiri di rumah di daerah masing-masing.

M Nasir mengatakan pelaksanaan program Pelatda Desentralisasi mematuhi dan mengikuti protokol pencegahan Covid-19 dalam masa tanggap darurat ini.  

Disebutkannya, dalam menyikapi masa tanggap darurat Covid-19, sebelumnya sudah diterbitkan juga protokol untuk masyarakat olahraga dari Menteri Pemuda dan Olahraga, (Menpora) yang mengikuti protokol kesehatan cegah virus corona dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI.

Merujuk protokol tersebut, katanya, pelaksanaan Pelatda Desentralisasi diarahkan untuk menghentikan latihan bersama, namun wajib berlatih di rumah masing-masing.

Karena itulah, sebutnya, KONI Aceh telah menyusun pola serta mekanisme yang tepat dan sesuai untuk pelaksanaan Pelatda Sentralisasi. "Kita dalam pelaksanaaan Pelatda ini tetap bekerjasama dengan Pengprov masing-masing cabang olahraga," katanya.

Latihan Dipantau Lewat Vidio

Ketua Pelatda PON, Bachtiar Hasan, menyebutkan, kegiatan latihan atlet yang pantau melalui video, para atlet selama ini tetap semangat menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing.

Disebutkan, para atlet meski latihan mandiri di rumah masing-masing, tetap sesuai dengan program serta menu latihan yang telah dibuat pelatih, serta selalu saling komunikasi dan konsultasi antara atlet, pelatih, pendamping, tim medis secara langsung maupun online vidio.  

Dalam kegiatan latihan mandiri, para atlet tetap memperhatikan dan mengikuti penerapan physical distancing dan social distancing - jaga jarak serta menghindari kerumunan - dalam mencegah Covid-19. | DIRMAN, Kontributor Banda Aceh.

 

Komentar

Loading...