Pertahankan UUPA, Mualem Surati Presiden

Pertahankan UUPA, Mualem Surati Presiden
Partai Aceh mendeklarasikan Pilkada Aceh tahun 2022 di Gua Putri Pukes, Aceh Tengah, Senin 29 Maret 2021. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Partai Aceh mendeklarasikan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Aceh tetap digelar tahun 2022. Bukti keseriusan itu, partai ini turut melayangkan surat deklarasi ke Presiden RI, Joko Widodo. 

Sebelum dilayangkan ke presiden, surat itu dideklarasikan di Gua Putri Pukes, Kebayakan, Aceh Tengah, dibacakan oleh Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh, Azhari Cagee didampingi Ketua Umum, Muzakir Manaf, dan kader partai. 

"Kami Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh,(DPA-PA), Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA), dan organisasi sayap Partai Aceh (Putroe Aceh dan Muda Seudang
Partai Aceh) menyatakan sikap terhadap situasi dan kondisi politik nasional Aceh, dalam rangka melaksanakan konstitusi negara Republik Indonesia (RI) tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh tahun 2022," kata Azhari dengan nada lantang, Senin 29 Maret 2021.

Pelaksanaan pilkada menurut Partai Aceh  sesuai Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) nomor 11/2006 digelar selama lima tahun sekali. Karenanya, PA meminta presiden Jokowi menghormati kekhususan Aceh itu. 

"Kami meminta pusat menghargai keputusan ini, jika tidak kami akan kembali ke meja runding," begitu ketegasan dari Partai Aceh. 

Partai Aceh sekaligus mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan butir-butir Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki 15 Agustus 2005. 

Halaman12

Komentar

Loading...