Pertumbuhan UMKM di Banda Aceh Meningkat 69,95 Persen di Tahun 2021

Pertumbuhan UMKM di Banda Aceh Meningkat 69,95 Persen di Tahun 2021
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh, M Nurdin. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Banda Aceh sejak 2018 sampai Juli 2021 mengalami peningkatan sebesar 69,95 persen.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh, M Nurdin, menyebutkan pada 2018 terdapat 9.591 UMKM, 2019 sebanyak 10.944 UMKM, 2020 yaitu 12.012 UMKM, dan per Juli 2021 sebanyak 16.300 UMKM.

Nurdin menjelaskan pertumbuhan UMKM setiap tahunnya mengalami peningkatan 9 sampai 30 persen. Menurutnya kondisi ini wajar jika mengalami peningkatan karena pelaku usaha yang diputus pekerjaannya tidak memiliki pilihan lain, “sementara mereka harus tetap menjalani hidup dengan membuka usaha,” katanya.

Lanjut Nurdin, untuk mensupport para pelaku UMKM ini, di tahun 2020 pihaknya telah menyalurkan bantuan modal kerja presiden sebanyak Rp2,4 juta. “Jika dikali dengan 8.841 orang, maka senilai Rp21.218.400.000. Sedangkan di tahun 2021 sebanyak Rp1,2 juta dikali 6.173 orang senilai Rp7.407.600.000," paparnya.

Selain itu, untuk bantuan modal kerja wali kota tahun 2020 sebesar Rp425 juta untuk 425 orang, jadi masing-masing menerima Rp1 juta. Kemudian bantuan peralatan usaha tahun 2021 untuk 11 kelompok atau 198 UMKM sebesar Rp623.796.000.

Ia menyebutkan untuk bantuan peralatan kerja bagi pelaku UMKM sangatlah beragam, seperti peralatan usaha untuk membuat kue, tukang bangunan, jualan jus, hingga pangkas.

"Kita usahakan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi pemerintah hadir melihat aktivitas usaha dari masyarakatnya sendiri. Jadi kita tawarkan sektor yang digeluti oleh masyarakat," ungkapnya.

Saat ini, permasalahan yang dialami UMKM di antaranya dari segi permodalan dan peralatan, akses pemasaran, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku UMKM, dan kualitas atau kontinuitas produksi.

Untuk mendapatkan bantuan tersebut, Nurdin menyampaikan syaratnya yaitu warga Banda Aceh yang memiliki usaha, salah satu yang terdampak pandemi Covid-19. "Yang sudah dapat dari presiden, enggak dapat lagi dari wali kota. Jadi salah satunya," jelasnya.

Sebelumnya, kata dia, di 2021 ini pihaknya juga telah menggelar pelatihan kewirausahaan bagi UMKM yang diikuti sejumlah 200 peserta, empat angkatan, di Gedung ITLC Pemerintah Kota Banda Aceh. Kemudian, pelatihan e-Commerce bagi UMKM tahun 2021 sebanyak 50 orang bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI serta monitoring dan evaluasi (monev) penerima atau calon penerima bantuan peralatan usaha tahun 2021 sebanyak 200 penerima atau calon penerima bantuan.

Ia berharap kepada pelaku usaha terutama agar dapat memanfaatkan peluang yang disiapkan oleh pemerintah, baik berupa bantuan modal kerja, bantuan peralatan, dan bantuan lainnya dari dinas terkait seperti Baitul Mal, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Industri. "Terus berusaha karena pak wali sendiri juga mendorong aktivitas usaha itu agar tetap dilakukan oleh masyarakat," pesannya.

Selain itu, ia juga berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang usaha di Banda Aceh ini dengan maksimal. "Mudah-mudahan cepat pulih, jadi kondisi ekonomi kita akan menjadi lebih membaik," harapnya.* | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...