Perwal, Setiap Senin Pelaku Usaha di Banda Aceh Tidak Sediakan Plastik

Perwal, Setiap Senin Pelaku Usaha di Banda Aceh Tidak Sediakan Plastik
Sosialisasi pembatasan penggunaan di Suzuya Mall Banda Aceh. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh melakukan sosialisasi serta edukasi, terkait pembatasan penggunaan kantong plastik bagi customer dan cashier, di Suzuya Mall Banda Aceh, Kamis 10 Juni 2021.

Kasi Teknologi Pengelolaan Sampah DLHK3 Banda Aceh, Rosdiana, mengajak seluruh warga Kota Banda Aceh agar dapat melakukan pembatasan penggunaan kantong plastik.

Ini dilakukan sesuai dengan larangan Pemerintah Kota Banda Aceh yang dikeluarkan pada 5 Juni 2021, terkait Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 111 tahun 2020, tentang pembatasan penggunaan kantong plastik di supermarket, swalayan, dan mall.

Di samping itu, kata dia, para pelaku usaha juga tidak menyediakan plastik di hari Senin. "Menurut perwal tersebut, ini ada satu hari tanpa kantong plastik, yaitu pada hari Senin," bebernya.

Rosdiana menyampaikan hari ini adalah tahun perdana dari yang sebelumnya memang pernah dilakukan, yaitu pada 21 Februari 2016 bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada waktu itu.  

"Tetapi karena belum ada payung hukum, maka hanya bisa bertahan selama lebih kurang enam bulan, yaitu pada Oktober 2016 berhenti. Saat ini, juga dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia" sebutnya.

Kata Rosdiana, kini pihaknya melakukan aksi sosialisasi dan edukasi langsung terhadap kasir dan kostumer yang berbelanja, agar ke depannya mereka dapat beralih ke tas belanja ramah lingkungan.

Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 111 tahun 2020, tentang pembatasan penggunaan kantong plastik di supermarket, swalayan, dan mall. | Foto: Ist

"Jadi tidak menggunakan lagi tas belanja plastik. Setidaknya telah mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) juga ya," tuturnya.

Sementara ini, kata Rosdiana, mungkin bagi siapa saja yang beruntung pihaknya akan menfasilitasi masyarakat yang sudah berbelanja. Dengan syarat, akan diberi arahan terlebih dahulu yang artinya tidak diberikan cuma-cuma.

Apabila, kostumer tidak membawa tas belanja sendiri, maka akan dikenakan biaya per kantong plastiknya seharga Rp500 rupiah.

Selanjutnya, untuk sosialisasi ke pasar tradisional, pihaknya membutuhkan waktu secara bertahap. "Saat ini, kita perlu tahapan. Insya Allah, ke depannya memang bukan hanya supermarket, mall, swalayan aja. Mungkin kita akan masuk ke season-season selanjutnya," ujarnya.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga Kota Banda Aceh khususnya, mari lah mulai sekarang, beralih lah dengan memakai dan membawa tas belanja sendiri. Stop penggunaan kantong plastik!" imbaunya.

"Kalau untuk Suzuya sendiri, tentu support ya tentang peraturan ini. Karena memang, sebenarnya bukan hal baru, karena di 2016 juga kita laksanakan. Cuma peraturannya lebih ditegaskan sekarang," kata Store Manager Suzuya Banda Aceh, Amalia Yolanda.

Sebelum adanya peraturan ini, pihaknya memang sudah menyediakan tas ramah lingkungan (go green) yang dijual seharga Rp8,900.

"Nah, ini kita tawarkan kepada kostumer sebelum dilakukan transaksi. Jadi, kita tawarkan tas go green dulu dibanding shopping bag. Tapi, kalau kostumer tidak mau baru kita alihkan ke shopping bag," katanya.

Nantinya, pihaknya akan melaksanakan peraturan yang telah disampaikan oleh wali kota tersebut, dan mengupayakannya agar dapat berjalan dengan baik.

"Untuk penerapan mungkin tidak serta-merta, karena kan ini pasti agak menimbulkan pro dan kontra. Tapi kita akan sosialisasikan perlahan-lahan, nanti kita arahkan mereka bawa kantong. Yang belum mau mungkin kita kasih plastik dulu seperti biasa, dan kita ingatkan di hari Senin berikutnya jika kostumernya datang untuk pakai kantong lagi," tutupnya.*** | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...