Peserta Antuasias Ikuti Kamping 100 Tenda di Tepi Danau Lut Tawar

Peserta Antuasias Ikuti Kamping 100 Tenda di Tepi Danau Lut Tawar
Peserta kamping 100 tenda di tepi Danau Lut Tawar | Ist

KBA.ONE, Takengon - Salah satu acara yang digelar memeriahkan Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018 adalah Spesial Camping 100 Tenda di tepi Danau Lut Tawar. Lokasi berkemah bersama ini di Desa Ujung Nunang, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah. Dimulai sejak Sabtu, 22 September, hingga Ahad, 23 September 2018.

Kasie Pengembangan Segmen Pasar Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah mengungkapkan kamping 100 tenda itu memang spesial karena diisi dengan berbagai kegiatan positif. Selain juga untuk mengenalkan kepada peserta tentang kesenian dari Tanah Gayo seperti Didong dan Tari Saman. "Peserta juga diajak berolahraga bersama dan kemudian melakukan penanaman pohon di Ujung Nunang. Panitia juga menyiapkan beragam kegiatan lain seperti teatrikal dan game-game menarik," ujar Lela.

Ia tak menduga antusiasme para pendaftar. Mulanya, kata Lela, peserta memang dibatasi hanya 100 tenda. "Dari 100 tenda yang kami sediakan, kini sudah 120 tenda. Mereka mendaftar melalui media sosial. Ada yang dari Padang, Jakarta, Medan, Siantar, Langsa, Lhokseumawe, Subulussalam, Banda Aceh, hingga Kuala Lumpur-Malaysia," ujar Lela.

Lokasi tenda antara pria dan wanita, keluarga, dan rombongan Generasi Pesona Indonesia (GenPI). Di lokasi juga disediakan dua unit ambulans, coffeshop, toilet, tempat wudhu, dan musala. Para peserta, kata Lela, diminta menjaga kebersihan dengan disediakannya plastik-plastik sampah. "Pak Kadisbudpar Aceh, Amiruddin, juga ikut mengikuti dan memantau semalam, beberbagai rangkaian budaya dan kesenian, juga live musik digelar. Alhamdulillah, peserta sangat tertib dan mengikuti aturan yang telah disepakati, mengikuti syariat Islam. Juga peserta keluarga kita lihat juga bisa menikmati even ini bersama anak-anak mereka, apalagi saat melepaskan lampion dan membakar api unggun," ujar Lela.

Ketua Panitia Camping 100 Tenda, Ridwansyah menambahkan para peserta ada yang rela membawa tenda sendiri agar bisa mengikuti perkemahan. "Para peserta yang hadir bukan hanya muda-mudi melainkan peserta yang membawa keluarga. Para peserta sudah lima hari berada di Takengon dan melihat beragam objek wisata dan budaya masyarakat Gayo," ujarnya.

Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh dan daerah, kata Ridwansyah, sangat mendukung penuh acara tersebut. "Saya pribadi berharap pemerintah terus mendukung dan menentukan tanggal acara ini untuk kegiatan tahunan bahkan kalau bisa enam bulan sekali diadakan."[adv]

Komentar

Loading...