Pulau Banyak Barat

Pesona Dunia tanpa Alam Maya

Pesona Dunia tanpa Alam Maya
Pesona pantai Pulau Banyak Barat. | Foto: Ist.

Herlin harus menempuh sekitar 30 menit untuk mencari sinyal dengan perahu.

KBA.ONE, Banda Aceh - Internet dan dunia promosi di era milenial ini seperti dua dinding yang menyatu; sulit dipisahkan. Tapi, bisakah Anda bayangkan jika sebuah destinasi wisata berkelas dunia tanpa ada internet? Ini benar-benar terjadi di Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, Provinsi Aceh!

Bertahun-tahun, gugusan pulau kecil ini senyap dari hiruk pikuk dunia maya. Daerah ini "terisolasi" dari jejaring sosial Facebook, Twitter, Instagram, Path, WhatsApp Messenger, dan pernak-pernik alam Maya  lainnya. Padahal, sebagian warga pulau ini memiliki pekerjaan yang mengharuskan terkoneksi dengan internet.

Mereka juga rata-rata sudah memiliki telepon pintar (smartphone). Namun, tak ada jaringan pendukung. Saat ini hanya ada jaringan Telkomsel 2G. Cukup untuk bisa menelepon dan berkirim Sort Message Service (SMS) saja. Itupun kadang mengalami jaringan yang buruk. 

Keindahan bawah laut Pulau Banyak Barat. | Foto: Ist.

Herlin, salah seorang pekerja Sosial yang terkoneksi langsung dengan Kementerian Sosial, mengaku kesulitan jika harus mengirim data ke Kemensos. Ia harus menempuh sekitar 30 menit untuk mencari sinyal dengan perahu.

Jaringan internet baru bisa dirasakan minimal ketika sudah memasuki Desa Ujung Sialit. Perlu waktu perjalanan sekitar 45 menit, menggunakan perahu mesin, untuk sampai ke desa itu dari Pusat Kecamatan Pulau Banyak Barat (PBB).

“Saya pernah hampir setiap hari ke tengah laut untuk mencari jaringan, hanya untuk mengirim satu file berisikan dokumen kependudukan,” kata Herlin melalui chat WhatsApp kepada KBA.ONE, di Banda Aceh, Sabtu 30 Juni 2018.

Kata dia, bagaimana bisa berkembang jika hal kecil seperti jaringan internet tidak masuk ke daerah PBB. Padahal, lokasi ini salah satu destinasi wisata bahari yang cukup ramai dikunjungi.

“Jangan bicara promosi di sini. Bagaimana kita mempromosikan pulau ini ke dunia maya jika tidak ada internet?” kata Herlin.

Beberapa bulan lalu, ia sudah mengusulkan hal itu ke Diskominfo Aceh Singkil agar jaringan di Kecamatan itu diperbarui. Namun, usulan itu belum juga dipenuhi.

“Sudah saya usulkan, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan yang serius,” jelasnya.

Diketahui, penduduk Pulau Banyak Barat sudah melebihi 3.000 jiwa. Akses dari Kabupaten Aceh Singkil sekitar 4 jam perjalanan untuk ke kecamatan ini melalui perjalanan laut.

Di Kecamatan ini banyak destinasi wisata bahari yang berkelas Internasional. Salah satunya, di Pulau Bangkaru terdapat lokasi surfing sebagai tempat konservasi penyu hijau dan belimbing yang amat langka.

Kemudian, pulau-pulau indah seperti Pulau Lamun, Pulau Balung, Tailana dan pulau sekitarnya, memiliki pesona bawah laut yang cukup indah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Aceh Singkil, Ahmad Rivai, pernah mendesak agar pihak Telkomsel meng-update jaringan di Kecamatan Pulau Banyak Barat. Pasalnya, di wilayah itu belum tersambung jaringan internet.

Sebelumnya, masyarakat Pulau Banyak Barat (PBB) juga telah mengusulkan untuk memasukkan jaringan internet di wilayah itu ke Diskominfo dan Telkomsel akhir 2017. Namun, hingga kini jaringan di sana masih berstatus 2G.

Menyikapi usulan masyarakat di PBB, Ahmad Rivai, juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Telkomsel untuk peningkatan jaringan sebelum memasuki bulan Ramadan lalu.

Padahal, kata dia, pihak Telkomsel mengaku sudah melakukan perbaikan (maintenance) di kepulauan tersebut. Namun, sampai saat ini ia belum menerima informasi kondisi terakhir jaringan internet di PBB.

"Pihak Telkomsel mengaku sudah melakukan perbaikan. Tapi belum tau juga kalau sampai kini jaringannya belum bagus," kata Rivai
Dia mengimbau Telkomsel harus terus melakukan peningkatan mutu jaringan di wilayah destinasi wisata Aceh Singkil itu. Karena internet merupakan modal untuk melakukan promosi daerah ke dunia.

"Kami akan kembali berkoordinasi dengan pihak Telkomsel. Kita harap keseriusannya lah agar bisa segera dilakukan peningkatan mutu jaringan di sana. Karena sudah menjadi kebutuhan untuk kemajuan daerah kita," harap Rivai. ***

Komentar

Loading...