Pesta Rakyat Vakum Dua Tahun, Pacuan Kuda Akbar 2022 Nanti Lampu Hijau  

Pesta Rakyat Vakum Dua Tahun, Pacuan Kuda Akbar 2022 Nanti Lampu Hijau  
Ketua Pordasi Aceh Tengah, Zuhaidi, bersama kuda miliknya yang diberi nama Pangeran Bukit. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Merebaknya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di tanah air menjadi penyebab tidak terselenggaranya pesta rakyat di Kabupaten Aceh Tengah yaitu pacuan kuda.

Salah satu even akbar Pacuan Kuda tradisional Gayo yang semestinya digelar selama dua kali dalam setahun itu, harus rela kuda dikurung di kandang dan tidak dizinkan untuk berlaga di lapangan pacu H Muhammad Hasan Gayo, Belang Bebangka, Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Para pemilik kuda hanya pasrah dengan aturan-aturan yang mempersempit pergerakan masyarakat demi memutus mata rantai wabah yang tak kasat mata itu.

Selama dua tahun dipastikan arena pacu kosong tanpa even, kalkulasi kasar, selama empat kali pertandingan ditiadakan. Biasanya, Hari Ulang Tahun (HUT) Kute Takingen dan HUT 17 Agustus pelaksanaan pesta rakyat ini digelar terbuka untuk umum.

"Biasanya, bulan Februari dan Agustus even ini rutin digelar, namun saat ini kami harus pasrah dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah," kata Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Aceh Tengah, Zuhaidi, kepada KBA.ONE, Rabu 27 Oktober 2021.

Namun, pihaknya terus berupaya menggagas even-even kecil bersama seluruh pengurus, sehingga kuda dapat berlaga di lapangan pacu. Kesepakatan itu tertuang dengan kegiatan Latihan Bersama (Latber).

Secara grafik, angka Covid-19 di kabupaten berhawa sejuk itu mulai menurun, kegiatan yang digagas di lapangan Blang Bebangka itu sekaligus menyadarakan masyarakat betapa pentingnya vaksinasi.

"Selama ini, pelaksanaan pacuan kuda merupakan ajang ajang silaturahmi, tujuan kita ketika keluarga hadir yang belum vaksin bisa melakukan vaksinasi, dan ini kita wajibkan sebelum masuk ke arena," kata pria yang kerap disapa Cik Didi itu.

Untuk melihat langsung kuda pacu masyarakat turut dituntut mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) ekstra, menjaga jarak dan memakai masker. Sehingga tidak timbul klaster baru penyebaran Covid-19.

"Kegiatan ini sekaligus meningkatkan grafik vaksinasi, kita kerja sama dengan TNI/Polri, makanya tema yang kita angkat vaksinasi massal, seluruh keluarga, pemilik kuda, anak kandang, joki wajib vaksin," kata Cik Didi.

Ada kerinduan tersendiri ketika pacuan kuda digelar, even akbar yang biasanya digelar itu sangat ramai dikunjungi, selain melihat kuda berpacu, pedagang turut menjajakan dagangannya di lapangan. "Sekarang tidak diizinkan mereka berjualan, meski banyak yang meminta, kita khawatir ada kerumunan," timpalnya.

Meski digelar terbatas, animo masyarakat untuk menyaksikan terus berduyun-duyun hadir, meski hanya dibungkus dengan kegiatan latihan bersama, artinya masyarakat sangat rindu melihat pacuan kuda.

Secara rinci, kuda yang ikut dalam latber itu sebanyak 116 kuda, kelas yang dipertandingkan dsri Kelas F sampai kelas A. Hari pertama sebanyak 12 race, hari kedua 12 race, dan final 14 race. Total hadiah yang disiapkan panitia paling sedikit berkisar Rp60 juta.

"Sesuai komitmen kita, jika sampai 80 persen serapan vaksinasi, tahun 2022 kita harap ada lampu hijau pelaksanaan event akbar ini," tutup Cik Didi berharap warga Aceh Tengah sadar pentingnya vaksin Covid-19.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Shabela, Abubakar komit jika serapan vaksin capai angka 70-80 persen, tahun 2022 akan diberi lampu hijau even-even akbar yang rutin diselenggarakan di kabupaten penghasil kopi arabika terbaik dunia itu. "Jika ini terpenuhi, jangankan pacuan kuda tradisional Gayo, didong pun kita buka untuk umum," ungkap Shabela menyampaikan keseriusannya.

Menurutnya, kegiatan  vaksinasi yang diselenggarakan di lapangan pacuan kuda tersebut untuk memutus penyebaran virus Covid-19, sehingga dapat mencapai herd immunity (kekebalan kelompok).

"Herd imunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu, sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular," kata Shabela.

Ia berharap dengan terus melakukan vaksinasi, akan mempercepat mencapai tujuan. "Kita yakin, kerja sama kita dengan seluruh elemen dan pemerintah dengan saling gotong royong semua akan bisa diwujudkan, semua kita rindu dengan even-even yang tertunda selama dua tahun ini," ujarnya.

Meski sudah divaksin kata Shabela, protokol kesehatan harus terus dilakukan, dengan cara tetap mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan sering mencuci tangan. "Meski sudah vaksin, prokes tetap, hanya ini cara ampuh memutus mata rantai penyebaran wabah yang tak kasat mata ini," tutup Shabela Abubakar.

Sementara itu, Plt Dinas Pemuda dan Olahraga Zulfan Diara Gayo, mengatakan dengan berolahraga imun tubuh akan meningkat dan melihat kuda berpacu ada kepuasan tersendiri dan merasa bahagia.

Plt Dinas Pemuda dan Olahraga Julfan Diara Gayo. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

Meningkatkan sistem imun adalah proses yang kompleks dan tidak bisa hanya dilakukan dengan satu cara saja. Caranya adalah dengan memiliki pola hidup yang lebih sehat serta berolahraga.

"Menjaga dan meningkatkan sistem imun saat ini sangat penting. Hal ini akan membantu tubuh kita agar terlindungi dari berbagai penyakit. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan sistem imun, salah satunya dengan berolahraga, salah satunya berkuda," kata Julfan.

Olahraga juga mampu menjaga sistem imun agar tidak turun ketika seseorang mengalami stres. Ketika stres, terutama yang terjadi setiap hari, bisa memicu penurunan sel imun yang beredar di dalam tubuh.

"Ternyata, olahraga secara rutin mampu menyeimbangkan proses itu sehingga tidak terjadi penurunan jumlah sel imun. Selain itu, orang yang rutin berolahraga juga akan merasa lebih bahagia dan bisa mengurangi level stres itu sendiri," kata Julfan menerangkan.

Pihaknya saat ini konsen dengan menggelar even olahraga dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan. "Saat ini wajib prokes, mari Vaksin, supaya tahun 2022 event akbar dapat terselenggara," tutup Julfan Diara Gayo.

Anara

Komentar

Loading...