Petani Garam Lokal Tetap Lakukan Produksi

Petani Garam Lokal Tetap Lakukan Produksi
Salah seorang petani garam Junaidir Yahya saat sedang memproduksi garam | Foto : Try Vanny

KBA.ONE, Aceh Utara - Petani garam lokal asal Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, tetap melakukan produksi walau pemerintah telah memutuskan impor garam tahun ini diputuskan melalui rapat Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian).

 Ketua Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) Kecamatan Lapang, Junaidir Yahya mengatakan, meskipun pemerintah telah memutuskan impor garam, puluhan petani garam di Lapang tidak terpegaruh dan tetap memproduksi garam seperti biasa.

 “Di sini ada sekitar 25 petani garam yang masih aktif secara manual, perhari rata-rata kami bisa produksi 60 bambu dan di jual Rp5 ribu perbambu," katanya, Kamis 18 Maret 2021.

 Sambungnya, hingga saat ini para petani terkendala cuaca jika saat hujan karena tidak adanya waduk untuk penampung air. Selain itu, bahan baku kayu bakar juga sulit didapatkan serta harga yang cukup tinggi dari Rp400 hingga Rp700 permobil.

 “Kami sangat membutuhkan waduk tempat penampungan air, dan kami meminta pemerintah memprioritaskan pembelian garam petani dengan harga layak agar tidak kalah bersaing dengan garam impor," harapnya.

Komentar

Loading...