Petugas Gabungan di Aceh Tengah Razia Lokasi Pesta

Petugas Gabungan di Aceh Tengah Razia Lokasi Pesta
Razia operasi yustisi di Aceh Tengah. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon – Belum beranjak dari zona merah penyebaran Covid-19, mengharuskan Pemerintah Daerah Aceh Tengah menggencarkan razia. Razia berupa operasi yustisi dengan menitikberatkan kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di daerah itu. 

Razia itu digelar Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Tengah dengan dibeckup TNI/Polri, yang tergabung dalam satgas penegakan dan pendisiplinan prokes Covid-19 Kabupaten Aceh Tengah. 

Razia kali ini menyasar kepada beberapa target kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan di masyarakat, seperti pesta pernikahan dan khitanan, maupun razia tempat-tempat usaha barang jasa. Lokasi yang menjadi razia tim Satgas kali ini yaitu seputaran Kecamatan Kebayakan, Bebesen, dan Lut Tawar.

Kasatpol PP dan WH Kabupaten Aceh Tengah, Syahrial Afri, yang langsung memimpin razia mengatakan Aceh Tengah saat ini belum beranjak dari zona merah, semua kegiatan sosial kemasyarakatan harus dilaksanakan sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Aceh Tengah Nomor 2136 Tahun 2021.

Surat itu mengatur tentang perpanjangan PPKM Mikro pengendalian penyebaran Covid-19, serta surat Sekda Kabupaten Aceh Tengah Nomor: 331.1/2080/Satpol PP dan WH, tanggal 17 Juni 2021 perihal laporan kegiatan sosial/hajatan. Kepala kampung selaku ketua gugus Covid-19 kampung adalah penanggungjawab sepenuhnya dalam penerapan prokes seluruh kegiatan sosial masyarakat yang ada di kampungnya. 

"Sedangkan camat selaku ketua gugus Covid-19 di kecamatan diminta selektif dalam memberikan rekomendasi kegiatan kemasyarakatan di kampung sesuai zonasi," kata Syahrial, Selasa 13 Juli 2021.

Sedikitnya, empat lokasi acara pernikahan dan satu lokasi turun mandi berhasil didata. Dari pantauan petugas, hampir semua kegiatan hajatan itu telah menerapkan prokes. "Untuk itu kepada penyelenggara dan penanggungjawab acara, tim mengharapkan agar prokes Covid-19 tetap dilaksanakan sampai dengan acara selesai," harap Syahrial.

Dalam operasi itu, turut ditemukan sejumlah pelaku usaha yang masih belum menerapkan prokes, sehingga tim memberikan penindakan kepada pelaku usaha tersebut berupa menyegel usaha tidak beroperasi selama dua hari. 

Sekretaris Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Tengah, Ariansyah, didampingi Kabid Perundang-undangan Hamdani, mengatakan dengan kondisi zonasi saat ini, penindakan harus dilakukan terutama bagi siapa saja yang tidak menerapkan prokes Covid-19. 

“Semua pihak harus mentaati dan mendukung penerapan prokes Covid-19 sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, agar Kabupaten Aceh Tengah dapat segera keluar dari zona merah," tutupnya. 

Prokes yang dimaksud adalah, Menjaga jarak, Mengenakan masker, Menjauhi kerumunan, rajin mencuci tangan dengan air mengalir, dan Mengurangi mobilitas.

Komentar

Loading...