Pilih Lontong Opor Ayam atawa Ketupat Pulut Santan

Oleh ,
Pilih Lontong Opor Ayam atawa Ketupat Pulut Santan
Lontong dan ketupat, sajian utama berlebaran. | Foto: Indah Lestari.

Beragam hidangan tersaji di meja makan. Menambah seru suasana lebaran.

KBA.ONE – Tradisi yang satu ini melekat erat dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh: meugang. Ini adalah saat seluruh anggota keluarga menikmati daging. Biasanya, tradisi ini dilangsungkan menjelang Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha.

Pada hari-hari ini, daging hewan disajikan dengan beraneka bumbu. Beda kampung, beda pula cara penyajian dan paduan bumbu yang digunakan. Khusus saat Idul Adha, hidangan yang biasa dijumpai adalah lontong sayur.

“Tinggal bagaimana memadankan makanan-makan ini menjadi hidangan yang nikmat saat bersilaturahmi bersama kerabat di rumah,” kata Wiwik, Ahad, 25 Juni 2017.

Wiwik menetap di Kampung Laksana, Banda Aceh. Di rumah bergaya minimalis, pernak-pernik dalam rumah itu terlihat baru. Kue kering beraneka warna tersusun rapi dalam toples kaca di meja ruang tamu.

Namun yang dinanti-nantikan oleh seluruh anggota keluarga adalah sajian di meja makan. Lontong yang dipotong seukuran jempol tersaji bersama rendang, ayam semur dan sambal goreng tempe. Wiwik tak membuat lontong dengan daun pisang. Pilihannya adalah daun kelapa dianyam alias ketupat.

Di wadah lain, tersaji opor ayam. “Anak saya yang kuliah di Jogja tahun ini minta dimasakin opor ayam. Dia kurang suka lontong sayur,” kata Wiwik.

Untung saja Wiwik familiar dengan jenis makanan yang satu ini. Maklum, suaminya berasal dari Jawa. Jadi sejak lama Wiwik akrab dengan bumbu yang digunakan untuk memasak makanan berwarna kuning ini.

Bahan utamanya adalah daging ayam. Ditambah dengan santan kental, santan cair, bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, lengkuas, kemiri, ketumbar, serai, daun salam, gula dan garam. Seekor ayam biasa dipotong menjadi 12 bagian. Lantas digoreng setengah matang.

“Sambil menunggu ayam, saya menghaluskan bumbu tadi,” kata Wiwik. Setelah cukup halus, bumbu tadi ditumis sebelum ditambah dengan serai dan daun salam. “Diaduk sampai tercium wangi harum.”

Setelah warna bumbu berubah, Wiwik memasukkan santan cair dan daging ayam sambil terus mengaduk. Ini dilakukan agar santan tak menggumpal. Di akhir bagian, Wiwik tinggal menambahkan garam dan gula, sesuai dengan selera seluruh anggota keluarga.

Berbeda Wiwik, beda Darlely. Ibu berusia 55 tahun ini menyiapkan menu andalan di rumahnya yang asri: ketupat pulut santan. Bentuknya mungil dan rasanya manis. Ketupat ketan ini bisa dicampur dengan lontong sayur. Makanan ini cukup populer di Aceh Barat.

“Keluarga besar saya semua suka ketupat pulut santan. Setiap lebaran, saya pasti buat. Kebetulan juga anak-anak dan suami saya rajanya makan ketupat ketan ini,” ujar Lilik.

Membuat hidangan yang satu ini juga tak sulit. Setelah beras ketan dicuci bersih, bahan utama ini direndam selama 1 jam dengan santan yang dicampur gula pasir dan garam. Setelah direndam, Lilik memasukan campuran beras ketan ke dalam sarang ketupat dan merebusnya.

Di dalam air rebusan, dimasukkan santan kental yang telah dicampur gula pasir, garam, vanili dan daun pandan. Ketupat ketan ini direbus selama dua jam hingga kering. Ketupan ketan pun siap dinikmati. Jadi, pilih mana, lontong opor ayam atau ketupat pulut santan.

Komentar

Loading...