PN Calang Lakukan Sidang Perdana Terhadap 11 Pelaku Pembunuhan Lima Gajah Sumatra

PN Calang Lakukan Sidang Perdana Terhadap 11 Pelaku Pembunuhan Lima Gajah Sumatra
11 terdakwa saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Calang Kelas II, Kabupaten Aceh Jaya, Senin 22 November 2021. | Foto: KBA.ONE, Ayu

KBA.ONE, Aceh Jaya - Pengadilan Negeri (PN) Calang Kelas II melakukan sidang perdana terhadap 11 pelaku pembunuhan lima ekor Gajah Sumatra di Desa Tuwie Peuriya, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Senin 22 November 2021. Ke 11 pelaku itu yakni Sd, MA, AM, LH, MR, Zb, Hd, HI, Sr, IF, dan MN.

Jaksa Penuntut Umum, Ahmad Buchori, mengatakan agenda sidang pertama pembacaan dakwaan terhadap dua perkara yaitu anggota Sd dengan dakwaan alternatif dan MN dengan dakwaan tunggal. Namun dalam persidangan perdana ini, MN dan IF yang berperan sebagai pengadah dilakukan persidangan terpisah dari sembilan pelaku pembunuhan gajah.

Ia mengungkapkan perbuatan para terdakwa tersebut sebagaimanadiatur dan diancam pidana dalam pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a undang-undang RI Nomor : 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekositemnya Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. "Pertama dan kedua, yang mana ancaman masing-masing maksimal lima tahun penjara," ungkap Ahmad.

Ia mengungkapkan kasus tersebut akan terus dikawal hingga tuntas karena ini awal persidangan, pihaknya juga menghargai hak-hak terdakwa termasuk azas praduga tak bersalah. Menurutnya, jika kasus dalam persidangan tidak terdapat halangan, proses persidangan bisa diselesaikan dalam tujuh atau delapan kali persidangan. "Sidang selanjutnya dua mingggu setelah sidang ini dilakukan, yakni 6 Desember 2021," tambahnya.

Selain itu, kata Ahmad, dalam agenda persidangan mendatang pihaknya menghadirkan saksi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dari polres maupun saksi-saksi yang ada dalam berkas perkara tersebut.

Kronologi kejadian

Sebelumnya pada Rabu 1 Januari 2020, sekira pukul 17.44 WIB saksi Rahmat, bersama rekan saksi lainnya yang merupakan Pegawai Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh dan kepolisian Polsek Teunom dengan Polres Aceh Jaya, tiba di kawasan hutan Desa Tuwi Peuriya, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya melalui informasi dari warga.

Setibanya di kawasan hutan Desa Tuwi Peuriya tersebut, Tim BKSDA Provinsi Aceh bersama dengan Tim Polres Aceh Jaya dan lainnya menemukan tulang-tulang gajah di tiga titik lokasi, yakni TKP 1 ditemukan tengkorak dan empat bantalan kaki gajah, TKP 2 ditemukan bantalan kaki gajah dan tulang - tulang gajah, dan TKP 3 ditemukan tengkorak dan tulang - tulang gajah.

Selanjutnya, pada Kamis 2 Januari 2021, Tim BKSDA Provinsi Aceh bersama dengan Tim Polres Aceh Jaya dan lainnya kembali menemukan tulang-tulang gajah di empat titik lokasi, yaitu TKP 4 ditemukan kepala gajah, TKP 5 ditemukan tulang pengikat, TKP 6 ditemukan bangkai gajah masih utuh tanpa kepala yang kondisi daging dan kulit terbakar dan tidak memiliki tulang tengkorak, dan TKP 7 ditemukan tengkorak kepala dan tulang rahang bawah yang telah kehilangan gigi graham.

Tim BKSDA Provinsi Aceh bersama dengan Tim Polres Aceh Jaya dan lainnya juga menemukan tiang kayu diikat kawat listrik yang masih utuh dengan ketinggian 1,5 meter. Dalam proses tersebut petugas kepolisian Polres Aceh Jaya dalam perkara ini menyita barang bukti berupa 1 KWH meter prabayar, MCB Type C32 N, CL6 dengan nomor meteran 86049805277 atas nama Halimah, dua batang kayu yang dijadikan tiang untuk pengikat kawat yang beraliran listrik, yang berukuran panjang 1,65 meter dan 1,41 meter, satu gulungan kawat, dua gulungan kabel listrik warna hitam, dua gigi gajah.

Halaman12
Anara

Komentar

Loading...