Polda Aceh Kini Dalami Kasus Percobaan Pemerkosaan di Aceh Besar

Polda Aceh Kini Dalami Kasus Percobaan Pemerkosaan di Aceh Besar
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy ketika adakan konferensi pers, Rabu 20 Oktober 2021 | Foto : Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) yang diwakili Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kini sedang melakukan pendalaman terhadap kasus percobaan pemerkosaan di Aceh Besar.

"Kita sudah mengerahkan anggota untuk mendatangi pelapor. Setelah diinterview dan meninjau TKP, petugas langsung menuntaskan laporan tersebut di rumah korban," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, Rabu, 20 Oktober 2021.

Kemudian, lanjutnya, penyidik juga sudah mengambil keterangan lengkap dari pelapor ke rumahnya. Sehingga, sekarang kasus dugaan pemerkosaan tersebut resmi ditangani Ditreskrimum Polda Aceh.

Polda Aceh Bantah Tolak Laporan

Winardy mengklarifikasi pemberitaan terkait adanya penolakan terhadap laporan korban dugaan percobaan pemerkosaan di Polresta Banda Aceh. Menurutnya, tidak ada penolakan yang dilakukan kepolisian di jajaran Polda Aceh terhadap laporan yang ingin disampaikan oleh masyarakat.

Saat itu, kata dia, pelapor diminta untuk scan QR Code PeduliLindungi, disitu diketahui yang bersangkutan belum vaksin. Selanjutnya ditawarkan untuk divaksin, lalu pelapor menyatakan tidak bisa, karena ada penyakit bawaan.

Kemudian, petugas menawarkan untuk diperiksa oleh dokter dan diterbitkan surat keterangan, akan tetapi korban menolak. Lalu pelapor dengan keinginannya sendiri pulang meninggalkan Mako Polresta.

"Jadi, tidak ada yang namanya penolakan, bahasanya jangan dipelintir. Yang ada, pelapor diarahkan untuk vaksin dan setelah itu silakan melaporkan kembali," tegas Winardy.

Selain itu, Winardy juga meluruskan tentang pemberitaan tidak adanya tanda bukti lapor saat korban melanjutkan laporannya ke Polda Aceh. Dalam hal ini, ia juga dengan tegas mengatakan itu sesuai dengan konsultasi yang diterima penyidik.

Karena, setiap laporan yang dianggap krusial dan sensitif, pihak SPKT mengarahkan pelapor untuk konsul ke bagian yang menanganinya, dalam hal ini Unit PPA Ditreskrimum Polda Aceh.

"Saat konsul, petugas menerimanya dengan baik. Saat itu pelapor merasa tidak nyaman karena yang mengambil keterangan adalah Polisi Pria. Karena para Polwan sedang melaksanakan vaksinasi massal Ditreskrimum. Pelapor bersama pendamping memilih pulang dan akan melaporkannya kembali saat ada Polwan. Nomor petugas pun sudah dikasih," terang Winardy.

Anara

Komentar

Loading...