Polda: Kejahatan Perambahan Hutan di Aceh Meningkat

Polda: Kejahatan Perambahan Hutan di Aceh Meningkat
Kepala Subdit IV/Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh, AKBP Mulyadi saat memberi materi terkait kerusakan hutan di Aceh. | Foto: KBA.ONE, Ulfah

Luas kerusakan hampir dua kali lipat Kota Banda Aceh. Jika dibiarkan, generasi kelak mungkin cuma bisa melihat di foto dan lukisan.

KBA.ONE, Banda Aceh - Kerusakan hutan di Aceh meningkat di tahun 2020, luasnya mencapai 15.140 hektare, dibandingkan tahun 2019 sekitar 15.071 hektare.

Kepala Subdit IV/Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh, AKBP Mulyadi, mengatakan itu dalam kegiatan pelatihan jurnalistik lingkungan diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Selasa 1 Desember 2020.

Mulyadi mengatakan angka 15.140 hektare merupakan angka yang sangat tinggi. Jika dihitung kerusakan hutan di Aceh, luasnya hampir dua kali lipat Kota Banda Aceh.

"Bisa bayangkan, bila setiap tahunnya kita kehilangan hutan dua kali luas wilayah Kota Banda Aceh. Tiga tahun ke depan, jika ini tidak bisa kita kelola dengan baik, Saya yakin generasi kita, anak cucu kita, tidak bisa melihat hutan, mungkin hanya melihat di foto dan lukisan," ungkapnya.

Dia juga menyebutkan kejahatan lingkungan selama 2020 yang ditangani Polda Aceh mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 44 kasus, dibandingkan dengan 2019 sedikitnya 16 kasus.

Mulyadi menguraikan dari 44 kasus yang ditangani Polda Aceh, 29 diantaranya SP21. Sedangkan enam kasus masih dipenyidikan dan sembilan kasus sudah Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) karena dalam proses penyidikan tidak mencukupi unsur.

Dalam upaya pencegahan kerusakan lingkungan di Aceh, kata dia, pihaknya melakukan upaya yakni tindakan pencegahan secara dini seperti sosialisasi. Kemudian, preventif yaitu tindakan yang mengutamakan pencegahan secara langsung, dan represif berupa penegakan hukum langsung.

Untuk diketahui, mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19, pelaksanaan kegiatan pelatihan ini menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19, seperti wajib memakai masker, menjaga jarak (physical distancing), serta menyediakan hand sanitizer.***

Komentar

Loading...