Polisi Amankan Empat Tersangka Curanmor di Banda Aceh

Polisi Amankan Empat Tersangka Curanmor di Banda Aceh
Para tersangka diamankan di Mapolres Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE, Tasya

KBA.ONE, Banda Aceh -  Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Banda Aceh mengamankan empat orang tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yakni WSA, 35 tahun, pekerjaan wiraswasta, YOP, 20 tahun, berstatus pelajar/mahasiswa, MIB, 18 tahun, berstatus pelajar/mahasiswa, serta ANS, 19 tahun, pekerjaan petani.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP Muhammad Ryan Citra Yudha, saat konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis 4 Februari 2021, mengungkapkan setelah dilakukan interogasi dan pengembangan, tindakan curanmor tersebut dilakukan di 17 Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Motifnya karena faktor ekonomi,” katanya.

Kata Ryan, pengungkapan tersebut berawal dari adanya laporan polisi yang diterima oleh Polsek Darul Kamal pada tanggal 24 Januari 2021. Saat itu korban meminjamkan sepeda motor (sepmor) kepada keponakannya. Setelah dipakai, keponakan korban memarkirkannya di teras dengan tidak dicabut kuncinya.

“Lalu, korban bertanya kepada keponakannya, “kunci motornya mana?”. Ternyata, benar adanya keponakan korban menjawab bahwa kunci masih tergantung. Saat  korban melakukan pengecekan, sepmor miliknya sudah hilang. Mengetahui hal itu, korban langsung melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti,” lanjutnya.

Ryan menyampaikan dari situ pihaknya melakukan penyelidikan beberapa hari. Pada 29 Januari 2021, pelaku berhasil tertangkap di daerah Lampaseh Aceh sebanyak dua orang, dan saat itu juga para tersangka menggunakan motor curiannya yaitu Scoopy. “Dari situ kita kembangkan lagi, ternyata mereka dalam tiga bulan terakhir melakukan pencurian di beberapa tempat dengan total 17 TKP,” terangnya.

Ia mengatakan dari TKP tersebut pihaknya mendapatkan sebanyak 15 barang bukti dengan sisa tiga kendaraan lagi yang masih dalam proses pencarian oleh pihak kepolisian.

Untuk diketahui, aksi tersebut dilakukan di daerah Kota Banda Aceh, dengan rincian diantaranya tiga kali di wilayah Kecamatan Baiturrahman, dua kali di Kecamatan Banda Raya, satu kali di Kecamatan Meuraxa, satu kali di Kecamatan Jaya Baru, dan satu kali di Kecamatan Kuta Alam.

Selain itu, di daerah Kabupaten Aceh Besar, terjadi empat kali aksi yang dilakukan di Kecamatan Darul Imarah, dua kali di Kecamatan Peukan Bada, dua kali di Kecamatan Ingin Jaya, dan satu kali di Kecamatan Darul Kamal.

“Terkait dengan 17 TKP ini modus yang dilakukan tersangka dengan melihat situasi dan kondisi dimana sepmor tersebut tidak dikunci setangnya, dan kunci tertinggal,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan ancaman pidana Pasal 363 Ayat 1 ke-4 KUHP dengan hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun.*** | TASYA, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...