Polisi Beberkan Kronologi Kasus Penculikan di Takengon, dari Becak Sewa Hingga Ditangkap

Polisi Beberkan Kronologi Kasus Penculikan di Takengon, dari Becak Sewa Hingga Ditangkap
Kasatreskrim Polres Aceh Tengah saat melihat kondisi becak yang digunakan oleh tersangka kini terparkir di halaman mapolres setempat. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Kepolisian Resort Aceh Tengah melalui Kasatreskrim AKP Arief Sanjaya, membeberkan kronologi kasus penculikan anak di kabupaten berhawa sejuk itu. 

Arief menyampaikan tersangka telah merencanakan aksi penculikan itu sejak dua bulan yang lalu. Mencari target anak sekolah dengan berpura-pura menjadi pengemudi becak. 

"Becaknya adalah becak sewa, berkisar antara Rp40 ribu per hari, artinya dia bukan pengemudi becak resmi," kata Arief Saniaya, Jum'at 10 September 2021 di ruang kerjanya. 

Setelah korban berhasil dibujuk untuk naik becak miliknya, pelaku sempat mengajak korban untuk mengisi bensin, tidak langsung membawa korban pulang ke rumah.

"Ketika bensin sudah terisi, baru pelaku membawa korban pulang ke rumah untuk membawa istrinya yang saat itu tengah berkemas," kata Arief. 

Ketika di perjalanan, tepatnya di seputaran Bur Lintang, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, becak yang disewa pelaku mogok, lalu ditinggalkan. Kemudian tersangka membawa korban berjalan kaki masuk ke hutan-hutan dan perkebunan warga, karena saat itu tersangka tau sedang di buru Polisi  dan dicari oleh warga. 

"Kedua tersangka membawa korban berpindah-pindah dan bermalam di pondok-pondok perkebunan warga. Sedangkan untuk konsumsi makanan hanya mengandalkan buah jambu dan buah lainnya yang tumbuh di kebun di seputaran mereka tinggal," jelas Kasat.

Ketika pencarian dilakukan, oleh polisi dan warga yang sangat antusias saat itu, akhirnya kedua tersangka dan korban ditemukan di dalam sebuah pondok. Emosi warga tak terbendung saat itu, kedua tersangka sempat dihakimi massa, dan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon untuk mendapat perawatan. 

"Mereka ditemukan di Kampung Wih Lah, Pegasing, Aceh Tengah, korban ditemukan dalam keadaan selamat, hingga saat ini tengah dalam perawatan medis lantaran kondisinya trauma. Untuk pelaku pasangan suami istri sudah ditetapkan sebagai tersangka," terang Arief. 

Untuk motif pelaku, hingga saat ini masih dalam pendalaman polisi, korban belum dimintai keterangan mengingat kondisi belum stabil, sedangkan tersangka kondisinya babak belur dan masih berkelit saat dimintai keterangan. "Kita akan dalami motifnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah terungkap," terang Arief. 

Sebagian masyarakat berspekulasi kejadian itu berkaitan dengan human trafficking, namun tidak menutup kemungkinan mengarah ke sana, namun masih dipelajari. 

"Jika benar mengarah ke sana, kami akan kabari informasi selanjutnya, yang jelas korban dalam keadaan sehat. Sesuai hasil visum, kondisi bahagian sensitif korban masih dalam keadaan utuh," ujarnya. 

Sedangkan dari pengakuan istrinya terang Arief, ia diajak oleh suaminya untuk melancarkan aksinya itu. "Istrinya turut terlibat, baju korban diganti dibantu oleh istrinya," katanya.

Atas peristiwa yang menghebohkan warga Aceh Tengah itu, ia meminta seluruh orang tua untuk berhati-hati, terutama orang tua yang memiliki anak masih kategori butuh pengawasan. Jangan mudah memberi kepercayaan terhadap orang yang tidak dikenal.

"Pengawasan harus ekstra, terutama anak perempuan, masih kategori labil, gampang menjadi target kejahatan, berhati-hatilah," tutup Arief Sanjaya.

Kedua tersangka, akan dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, pemerkosaan, dan penculikan.

Anara

Komentar

Loading...