Polisi Izinkan Tersangka Pembakar PT Asdal Dijenguk

Polisi Izinkan Tersangka Pembakar PT Asdal Dijenguk
Gambar layar areal lahan PT Asdal Prima Lestari di situs www.hutan-aceh.com.

Larangan sempat dilakukan karena polisi tengah mencari "aktor intelektual" di balik penyerangan itu.

KBA.ONE, Banda Aceh - Kepala Kepolisian Resor Aceh Singkil Ian Rizkian Milyardin mengakui pernah melarang para tersangka perusak kantor PT Asdal Prima Lestari ditemui keluarga. Larangan ini diberlakukan hingga 16 Agustus 2017.

“Karena kami masih melakukan pengembang," kata Ian kepada KBA.ONE, Senin, 21 Agustus 2017. Namun kini, larangan itu telah dicabut. Keempat tersangka yang ditahan di kantor polres dapat dijenguk.

Awal Agustus lalu, warga yang marah membakar sejumlah fasilitas dan peralatan lapangan milik Asdal di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam. Eksesnya, Kepolisian Resor Aceh Singkil menahan Zazuli bin Zaipuddin, Jamal Bin Endeng, Bolon Padang dan Samsudin bin Rajali.

Dari hasil pemeriksaan, keempat tersangka bukan aktor utama perusakan aset milik perusahaan perkebunan yang beroperasi di Aceh Singkil dan Subulussalam itu. Bahkan hingga kini, polisi masih mencari-cari otak penyerangan tersebut.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh mengkritik tindakan Polres Aceh Singkil yang membatasi upaya keluarga menemui keempat tersangka. Walhi juga mendesak Pemerintah Aceh tidak memperpanjang izin Asdal karena perusahaan itu merebut tanah warga. Izin perusahaan ini berakhir pada 2018.

“Pemerintah harus mengevaluasi izin perusahaan itu mereka bermasalah dengan masyarakat,” kata Muhammad Nur, Direktur Walhi Aceh.

Kontributor Banda Aceh Rifqi K

Komentar

Loading...