Diduga Kuat Bunuh Diri

Polisi Ungkap Kasus Kematian Editor Metro TV

Polisi Ungkap Kasus Kematian Editor Metro TV
Kasus kematian Yodi Prabowo. | ANTARA ; instagram.com/metrotv

Di TKP, ceceran darah dan rambut menunjukkan hanya ada darah Yodi. Termasuk di pisau yang ditemukan di tubuh korban. Di pisau juga hanya ditemukan sidik jari dan DNA Yodi. Pisau itu dibeli oleh Yodi di ACE Hardware.

KBA.ONE, Jakarta -Kepolisian Daerah Metro Jaya hari ini akan mengungkap hasil penyelidikan terhadap kasus pembunuhan terhadap editor Metro TV Yodi Prabowo.

Dalam pengungkapan kasus kali ini, polisi menghadirkan sejumlah barang bukti seperti helem, pisau, hingga sepeda motor.

"Release jam 10 di Direktorat Kriminal Umum," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Sabtu, 25 Juli 2020.

Sebelumnya, polisi telah melakukan penyelidikan kasus pembunuhan editor Metro TV itu sejak 2 pekan yang lalu. 

Beberapa upaya seperti mengecek CCTV, mengecek sidik jari dan DNA di Puslabfor Mabes Polri, mengerahkan anjing pelacak, hingga memeriksa 34 saksi sudah dilakukan polisi. Hari ini, pihak kepolisan akhirnya mengungkap hasil penyelidikan mereka. 

Mayat Yodi Prabowo pertama kali ditemukan warga di pinggir Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat, 10 Juli 2020. Jenazah Yodi ditemukan oleh bocah di sekitar lokasi yang sedang bermain layangan.

Dari hasil otopsi terhadap jenazah Yodi, terungkap bahwa luka robek di bagian leher menjadi penyebab utama kematian laki-laki berusia 26 tahun itu. Selain di leher, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan luka tikaman pada bagian dada menembus iga hingga ke paru-paru juga mempercepat kematian Yodi. 

Polisi menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap editor MetroTV Yodi Prabowo. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan Yodi bunuh diri.
 
Diduga Bunuh Diri

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyampaikan sejumlah fakta pendukung yang menguatkan Yodi Prabowo bunuh diri.
 
Dari lokasi ditemukannya Yodi semua tertata rapi. Motor terparkir rapi, barang-barang tidak ada yang hilang, dan tidak ada ceceran darah dari motor parkir hingga ke lokasi ditemukannya jasad Yodi.
 
Kemudian di TKP, ceceran darah dan rambut menunjukkan hanya ada darah Yodi. Termasuk di pisau yang ditemukan di tubuh korban.
 
Di pisau juga hanya ditemukan sidik jari dan DNA Yodi.
 
Tak hanya itu, polisi menelusuri dari mana pisau itu. Polisi menemukan pisau itu dibeli oleh Yodi di ACE Hardware.
 
"Korban hanya 8 menit berada di sana. Datang, beli pisau, lalu ke kasir dan keluar," kata Ade.

Selain itu, polisi menemukan transaksi Yodi melakukan pemeriksaan di dokter kulit dan kelamin. Dari pemeriksaan, polisi juga menemukan Yodi positif amphetamine.
 
"Apakah ada hubungannya penggunaan amphetamine dengan dugaan bunuh diri, ada. Untuk meningkatkan keberanian," tambah dia.
 
Bukti pendukung lainnya, dari hasil pemeriksaan forensik, ada 4 luka di dada editor MetroTV Yodi Prabowo. Lukanya mulai dari yang paling luar hingga yang paling dalam.
 
"Setiap bunuh diri ada percobaan. Dari forensik ada 4 luka. Itulah yang disebut luka percobaan," ucap dia.
 
Perihal dugaan bunuh diri itu, ditegaskan kembali oleh Ade menutup konferensi persnya.
 
"Dari beberapa faktor dan penjelasan, ahli, olah TKP, saksi, dan bukti petunjuk yang lain, maka penyidik perkesimpulan diduga kuat melakukan bunuh diri. Namun kami tetap akan membuka diri bila ada fakta yang lain dan sebagainya. tapi dari olah TKP, saksi, bukti pendukung, dan lain-lain, kami berkesimpulan diduga kuat melakukan bunuh diri," tegas Ade. ***

Komentar

Loading...