Polres Aceh Tengah Sita 24 Kg Ganja, Tiga Pelaku Ditahan

Polres Aceh Tengah Sita 24 Kg Ganja, Tiga Pelaku Ditahan
Barang bukti 24 Kg gram ganja yang diamankan polisi. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Kepolisian Resort Aceh Tengah mengungkap peredaran ganja di kabupaten tersebut sebanyak 24 kilogram (kg) ganja dari tiga pelaku berhasil diamankan.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Sandy Sinurat, didampingi Kasat Narkoba AKP Suarno, Kamis 7 Januari 2020, mengatakan ganja sebanyak 23kg disita dari tersangka MA, di Kampung Kebet, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, 4 Januari 2020.

Barang bukti yang diamankan dari MA yaitu dua karung besar berisi narkotika jenis ganja, satu karung beras Bulog di dalamnya berisikan ganja, satu unit mobil Mitsubishi Triton warna hitam BL 8345 CL, dan satu unit handphone.

Sandy mengungkapkan berdasarkan pengakuan tersangka MA, barang tersebut diperoleh dari seseorang yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) di Beutong Nagan Raya dengan harga Rp270 ribu perkilogram dan total Rp6.750 juta.

Atas perbuatannya itu, MA dijerat undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 111 ayat (2), dengan ancaman hukuman paling singkat enam tahun sampai 20 tahun penjara.

Pelaku lainnya, kata Kapolres, MI ditangkap pada 05 Januari 2021 di Blang Mancung, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Dari tangan tersangka, polisi menyita satu paket yang diduga nartkotika jenis sabu, dibungkus dengan plastik bening 0,2 gram, satu plastik kresek warna putih di dalamnya ganja dengan berat 125 gram sert satu unit handphone.

Menurut keterangan tersangka, terang Kapolres, barang narkotika golongan satu bukan jenis sabu itu diperoleh dari seseorang dengan harga Rp500 ribu pada 02 Januari 2021, di Paya Beuno, Kecamatan Jeunib, Kabupaten Bireuen. Barang ini dibeli dengan harga Rp50 ribu dari seseorang di Beutong Nagan Raya.

"Pelaku membeli narkotika jenis sabu dan ganja ini untu dipergunakan sendiri," katanya.

Atas perbuatanya itu, MA dijerat dengan undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 114 Ayat (1) Jo 112 ayat (1) Jo 111 (1) ayat (1), ancaman hukuman paling singkat 4 tahun sampai 12 tahun.

Sementara itu, pelaku lainya, I ditangkap polisi, diduga menyimpan tiga bungkus narkotika jenis ganja dibalut dengan kertas koran seberat 1.500 gram.

Ia dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Jo pasal 111 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ia terancam hukuman paling singkat 4 tahun sampai 12 tahun.

Menurut Kapolres, penangkapan 24 kilo ganja itu merupakan prestasi awal tahun 2021, dan penangkapan terbanyak selama dua tahun terakhir di wilayah hukum Polres Aceh Tengah.

"Minimal kita sudah bisa memutus rantai peredaran narkoba dan menyelamatkan generasi emas di Aceh Tengah dari peredaran barang haram ini," ujarnya.

Atas temuan itu, bisa diprediksi peredaran di Aceh Tengah semakin marak. Ia mengajak pemerintah dan semua stakeholder yang ada bersinergi untuk memerangi narkoba.

"Tidak boleh dibiarkan beredar di Aceh Tengah, kami tidak biarkan generasi penerus terpapar narkoba kita ingin generasi muda berprestasi tidak tergantung dengan narkoba, kami komit akan tindak semua pelaku narkoba," kata Sandy tegas.*** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...