PPKM Darurat di Medan Semakin Ketat, Banyak Jalan Ditutup

PPKM Darurat di Medan Semakin Ketat, Banyak Jalan Ditutup
Penyekatan simpang Jalan Sei Batang Hari Medan. | Foto: KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Selain penyekatan, Pemko Medan juga membatasi para pekerja di perusahaan sektor esensial dan kritikal.

KBA.ONE, Medan - Kemacetan kendaraan terlihat di Jalan Medan – Binjai Km 9, tepat nya di gerbang perbatasan antara Medan dan Deli Serdang, pada Kamis, 15 Juli 2021. Hal ini terjadi akibat adanya penyekatan jalan yang di lakukan oleh petugas gabungan antara polisi, TNI, dan Dinas Perhubungan dalam menerapkan PPKM darurat di Medan. 

Dua tenda sepanjang 3 meter berdiri di atas jembatan Kampung Lalang, dan belasan petugas berjaga di sana. Jalan dari arah Binjai menuju Medan ditutup, dan kendaraan dari arah Binjai tidak boleh melintas. Akibatnya, ruas jalan tersebut menjadi macet hingga satu kilometer lebih. Sedangkan jalan dari Medan menuju Binjai tetap dibuka. Namun sebaliknya di simpang Jalan Megawati, Binjai, kendaraan dari arah Medan tidak boleh masuk karena di sana juga terdapat pos penyekatan PPKM Darurat.

“Rumah ku di sana pak, aku mau cepat loh ini,” ucap salah seorang pengendara motor dari arah Binjai menuju Medan.

Penyekatan di Simpang Mall Manhattan, Pondok Kelapa. | Foto: KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Sempat terjadi adu mulut antara petugas dan pengendara tersebut, hingga akhirnya pengendara itu harus memutar mencari jalan lainnya, karena tidak diizinkan melintas oleh petugas. Beberapa jalan alternatif pun harus ditempuh oleh pengendara, misalnya dari Sei Mencirim yang bisa tembus ke Medan Sunggal hingga Medan tuntungan, atau jalan tikus menuju arah Klambir Lima Medan.

Di simpang Sikambing, menuju Jalan Gatot Subroto Medan juga terjadi penyekatan jalan. Berbeda dengan penyekatan di Kampung Lalang, di simpang Sikambing hanya ada beberapa petugas yang berjaga, gabungan antara polisi dan Dinas Perhubungan.

Penyekat jalan berwarna oranye itu sudah terpasang di sana, beberapa kendaraan yang melintas terpaksa mencari jalan lainnya. Namun ada beberapa kendaraan yang dikecualikan, seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan juga bus Trans Metro Deli, diizinkan untuk melintas.

Penyekatan juga terjadi di beberapa ruas jalan lainnya di Medan, seperti di simpang mall Manhattan, simpang Jalan Sei Batang Hari Medan. Simpang jalan Brigjend katamso, hingga di Jalan Besar Deli Tua. Penyekatan ini terjadi hinga 24 jam. Tak hanya menyekat jalan, petugas juga tampak merazia dan menutup pertokoan dan unit-unit usaha yang masih buka di masa PPKM darurat.

Penyekatan di Kampung Lalang Medan. | Foto: KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Di Jalan Gaperta Ujung Medan, salah satu bengkel dan tempat pencucian mobil juga harus terkena imbas nya. Beberapa petugas datang menghimbau pemilik bengkel untuk menutup bengkelnya selama masa PPKM.

“Ini harus tutup ya pak, kita lagi PPKM, pokoknya gak boleh buka dulu mau itu pagi, siang, atau malam,” ucap salah seorang petugas sambil menunjukkan surat perintah tugas.  “entah apa pun ditutup, orang cari makan jadi susah, “ kata pemilik bengkel geram.

PPKM darurat di Medan ini sudah diterapkan sejak tanggal 12 juli 2021. Namun baru pada hari Kamis, 15 Juli 2021 ini, petugas melakukan penyekatan jalan dan penutupan toko secara masif.

Dalam Instagram pribadinya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution,  berpendapat Medan sudah menjadi salah satu di antara 15 kota dan kabupaten tambahan di luar Jawa dan Bali yang harus menerapkan PPKM darurat. “Kita juga mempertanyakan kenapa Medan termasuk dalam 15 kota atau kabupaten itu, padahal secara peringkat, seperti yang dijelaskan pak gubernur, kita termasuk yang paling bawah,” ucap Bobby.

Salah satu bengkel ditutup petugas. | Foto: KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Menurut Bobby, salah satu tujuan dilakukannya PPKM darurat ini adalah untuk mengurangi mobilitas warga. Selain melakukan penyekatan, pemerintah kota Medan juga membatasi para pekerja di perusahaan sektor esensial dan kritikal. Pelaku usah juga harus menerima imbasnya, karena tidak diperbolehkan beroperasi.

“Pusat perbelanjaan seperti Mall kita tutup, kecuali swalayan dan yang menjual kebutuhan pokok boleh buka sampai jam 8 malam, itu pun dibatasi. Jadi buat warga jangan ada yang panik, apalagi terjadi panic buying, karena kita hanya ada pengetatan saja,” tutup Bobby. 

Komentar

Loading...