Pria Asal Aceh Jabat Sebagai Ketua PPI UniSZA

Pria Asal Aceh Jabat Sebagai Ketua PPI UniSZA
Mahruzal, Ketua PPI UniSZA terpilih, juga alumni Unversitas Malikussaleh | Foto: ist

KBA.ONE, Lhokseumawe - Memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan warga negara asing, menjadi salah satu faktor terpilihnya Mahruzal sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Universitas Sultan Zainal Abidin (PPI UniSZA), Malaysia.

Sembari bercerita kepada KBA.ONE melalui WhatsApp, Senin 28 Oktober 2019, pria berdarah Aceh ini telah menginjak usia 24 tahun. Ia dianggap memiliki kemampuan bergaul pada semua kalangan, juga selalu memiliki waktu luang untuk menyelesaikan permasalahan rekan-rekannya yang berada di UniSZA. 

"Saya menyampaikan kepada teman-teman, dinda Mahru itu layak menjadi ketua PPI UniSZA periode berikutnya. Melalui pertimbangan, respon terhadap masalah teman dan selalu ada waktu saat dibutuhkan," tulis Andi salah seorang mahasiswa Strata-3 (S3) asal Malang yang mengirimkan pesan singkat pada Mahruzal.

Pria berdarah Aceh ini juga sempat berfoto saat mengunjungi beberapa negara di Asia | Foto: Ist

Alumni Universitas Malikussaleh (Unimal) ini mengaku kepada KBA.ONE, Selasa 29 Oktober 2019, mendapat perolehan suara terbanyak dibanding tiga orang kandidat lainnya yaitu Muhammad Deni asal Bandung, Syamsul Arifin asal Madura dan Mega Oktaviani asal Makasar.

Selama tiga semester, PPI UniSZA sempat mengalami mati suri dengan tidak adanya kepemimpinan dan pengurus. Hingga akhirnya melalui musyawarah bersama Mahruzal dipercaya dapat memimpin organisasi ini hingga 2020 mendatang.

"Saat ini ada 109 mahasiswa aktif yang berada dalam PPI, termasuk yang S1,S2 dan S3. Alhamdulillah saya mendapat 67,5% suara saat pemilihan," kata Mahruzal pria asal Kabupaten Bireuen ini.

Calon Master di Fakultas Manajemen dan Bisnis ini juga mengaku, saat ini dirinya sedang disibukkan dengan penyusunan tesis. Hal ini tentu saja telah dipertimbangkan jauh sebelum pencalonannya, dia menganggap ini merupakan tantangan baru untuk membagi waktu antara tugas sebagai mahasiswa dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin.

"Sebagai pelajar diperantauan kita harus selalu bersatu untuk keberhasilan kuliah, PPI adalah lembaga formal yang diakui oleh KBRI sehingga kita lebih mudah menjalin kerja sama dengan pihak kampus maupun pemerintah Indonesia," tutur Mahruzal. ***

Komentar

Loading...