Rekanan Diintimidasi

Proyek Jalan Trumon -Buloh Seuma - Kuala Baru Dihentikan

Proyek Jalan Trumon -Buloh Seuma - Kuala Baru Dihentikan
T. Sukandi, Ketua Bedah Forum Desa Nasional | Foto: Khadafy

KBA.ONE, Aceh Selatan - Puluhan masyarakat, dari geuchik, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Desa Buloh Seuma, mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, menanyakan berhentinya satu pekerjaan lanjutan dari Dinas PUPR provinsi, di ruang rapat Setdakab, Jum'at lalu 6 September 2019.

Sekira 20 orang masyarakat hadir dalam pertemuan itu. Mereka mewakili unsur pemkab, turut dihadiri Sekda, didampingi Asisten II Staf Ahli Bidang Pembangunan bersama Kabag Pembangunan.

Dalam pertemuan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, masyarakat Buloh Seuma mempertanyakan tentang jalan Trumon-Buloh Seuma, hingga ke Kuala Baru karena jalan itu sudah tidak dapat dilanjutkan perkerjaannya. Diduga ada pihak yang mehalangi pembangunan lanjutan tersebut, sejak mei 2019.

Informasi diterima KBA.ONE dari Ketua Bedah Forum Desa Nasional, T Sukandi, pasal dimulainya pembangunan jalan itu, untuk papan informasi pekerjaan sudah diperpanjang, alat berat sebagai pendukung pekerjaan sudah didatangkan. Namun, pada posisi sekarang ini papan plang pekerjaan itu sudah dicabut.

"Semua alat berat sudah diangkut kembali oleh rekanan pekerjaan, disebabkan adanya intimidasi dilakukan kontraktor lama. Alasannya, bila tidak membayar ganti rugi sejumlah Rp12 miliar kepada rekanan lama, maka pekerjaan itu tidak boleh dilanjutkan," beber T. Sukandi kepada KBA.ONE, Selasa 10 September 2019.

Dijelaskan, ada oknun rekanan lama, yaitu oknum kontrakror lokal yang diduga kuat berusaha dengan sengaja menghalang-halangi proyek pekerjaan provinsi, yakni pembangunan lanjutan jalan penghubung Trumon-Buloh Seuma di kabuaten ini, ujar Sukandi.

Sebelumnya, tutur Sukandi, Jum'at kemarin, 20 orang masyarakat, terdiri unsur geuchik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda Desa Buloh Seuma mendatangi Kantor Setdakab Aceh Selatan menanyakan dan menyampaikan perihal tersebut.

Usaha menghalang-halangi itu sudah terjadi sejak Mei, 2019. Pihak pemenang proyek sebenarnya telah memasang papan informasi kegiatan, pertanda dimulainya pekerjaan jalan tersebut, ungkap T Sukandi.

Dengan kejadian itu, Sukandi meminta atensi khusus dari pihak Polda Aceh agat turut serta mengamankan proyek dimaksud.

Terpisah, Sekda Aceh Selatan, Nasjuddin, kepada KBA.ONE, mengatakan dalam dugaan itu, kedatangan masyarakat bermaksud menyampaikan pekerjaan itu yang terlihat akan dilanjutkan. Namun tiba-tiba bahan-bahan yang sudah di lokasi ditarik kembali. Masyarakat menanyakan kejelasab itu, apa permasalahannya.

"Hasil konfirmasi yang saya lakukan ke Dinas PUPR Provinsi menyebutkan ada upaya-upaya pihak-pihak tertentu dalam menghalangi pekerjaan itu," sebut Sekda Aceh Selatan.

Pekerjaan itu untuk sementara dihentikan dulu. Pihak pemkab saat ini sedang mencari solusi menyelesaikan masalah itu. Tentang siapa oknum rekanan yang menghalang-halangi pekerjaan tersebut, sekda enggan menerangkan secara detail. "Kemungkinan, orang yang mengerjakan pekerjaan awal," tambahnya.

Saat bertemu Kepala Dinas PUPR, Fajri, pihak Pemkab Aceh Selatan berharap pekerjaan itu dapat dilanjutkan kembali dan menempuh cara-cara persuasif. "Tapi bila  tidak bisa, akan kita pulangkan kepada ranah mereka di provinsi, dengan memakai jalur apa nantinya," kata Nasjuddin. ***

Komentar

Loading...