PSSB Akan Somasi Asprov PSSI Aceh Terkait Perpanjangan Jadwal Pendaftaran

PSSB Akan Somasi Asprov PSSI Aceh Terkait Perpanjangan Jadwal Pendaftaran
Teks Foto : Pengacara PSSB Bireuen, M Ari Syahputra SH, bersama Sekum PSSB, Tarmizi Hamid, Munzir Amir Exco Bidang Fair Play dalam jumpa pers di kantor PSSB, Selasa (28/9/2021). | Foto : Waknen juli

KBA.ONE, Bireuen - Perpanjangan jadwal pendaftaran kompetisi Liga 3 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Regional Aceh dinilai merugikan 20 tim yang sudah mendaftar. Pasalnya, jadwal pendaftaran sudah ditutup beberapa hari lalu, namun kini dibuka kembali.

Menanggapi hal itu, Pengurus PSSB Bireuen, dikabarkan akan segera melakukan somasi kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh. 

Pengurus PSSB Bireuen melalui pengacaranya, M Ari Syahputra SH, dalam jumpa pers di kantor PSSB, Selasa 28 September 2021 sore, mengatakan PSSB akan melakukan somasi kepada Asprov PSSI Aceh, terkait perpanjangan jadwal pendaftaran kompetisi Liga 3 PSSI Regional Aceh itu.

"Kami akan segera mensomasi Asprov PSSI Aceh, karena secara sepihak membuka kembali jadwal pendaftaran tim Liga 3 Aceh yang sudah ditutup beberapa hari lalu," jelas Ari didampingi Sekum PSSB, Tarmizi Hamid.

Ia menyebut, perpanjangan jadwal tersebut diduga tanpa bermusyawarah lebih dulu dengan Exco Asprov PSSI Aceh. Padahal setiap kebijakan yang diambil harusnya melalui sebuah rapat hingga dikeluarkan keputusan.

Ari menambahkan pihaknya saat ini sedang mempersiapkan berbagai bahan dan alasan untuk melakukan somasi tersebut bila nantinya sampai ke pengadilan. Pihaknya juga mengaku serius untuk menindaklanjuti hal ini agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Sementara itu, Sekum PSSB Bireuen, Tarmizi Hamid mengatakan tim PSSB sudah delapan bulan latihan. Pada masa itu pihaknya sudah mengeluarkan banyak uang untuk persiapan tim "Dengan perpanjangan jadwal pendaftaran ini tentu kami dirugikan," tegas lelaki yang akrab  disapa Tar Beuligat. 

ia menambahkan, dari informasi yang ia peroleh perpanjangan jadwal pendaftaran tim Liga 3 PSSI Aceh, tidak ada persetujuan pengurus Asprov PSSI, karena diduga tidak dilibatkan Exco dan pengurus Asprov PSSI.

Sementara itu, Exco Bidang Fair Play Asprov PSSI Aceh, Munzir Amin mengatakan, sebenarnya semua kebijakan yang dikeluarkan harus melalui rapat Exco, yang terdiri dari Ketua Asprov, Exco ditambah sekretaris selaku notulensi rapat.

"Selama ini semua kebijakan murni dari Ketua Asprov Nazir Adam, kami sebagai Exco (7 orang) tidak pernah dilibatkan semua aktivitas Asprov PSSI Aceh, secara Statuta PSSI, kebijakan Ketua Asprov sudah salah dan Ilegal, sebagai contoh kompetisi harus ditangani oleh EXCO Bidang Kompetisi, tugas wasit harus ditangani oleh Exco Wasit, begitu juga Exco bidang lainnya," terang Munzir Amin alias Munzir Cureh.

WAKNEN JULI/Kontributor Bireuen.

Anara

Komentar

Loading...