PT Monster Scuba Diving Klarifikasi Berita Tuduhan Perusakan Terumbu Karang

PT Monster Scuba Diving Klarifikasi Berita Tuduhan Perusakan Terumbu Karang
Kuasa Hukum PT Monster Scuba Diving saat melakukan konferensi pers di hadapan wartawan di Banda Aceh | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Diduga melakukan perusakan terumbu karang saat melakukan pembersihan yang dilakukan PT Monster Scuba Diving di pantai Gapang, Kota Sabang beberapa waktu lalu. Melalui Kuasa hukumnya, PT Monster Scuba Diving melakukan klarifikasi mengenai tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Kuasa Hukum PT Monster Scuba Diving, Fadjri, Hermanto, dan Murtada, melalui konferensi pers yang digelar di Banda Aceh, 5 November 2019 meyampaikan, melalui surat putusan nomor 57/KEPMEN-KP/2013, pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Kelautan dan Perikanan telah menetapkan kawasan konservasi perairan pesisir timur Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh. Kemudian, sesuai dengan Pasal 13, nomor PER 30/MEN/2010 tentang rencana pengelolaan dan zonasi konservasi perairan kawasan diluar zona konservasi merupakan zona tertentu karena fungsi dan tujuannya yaitu perlindungan dan rehabilitas.

Sesuai dengan peraturan tersebut, kuasa hukum PT Monster Scuba Diving mengatakan pembersihan pantai yang dilakukan kliennya berada diluar zona konservasi, kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan upaya membersihkan pantai Gapang untuk kepentingan masyarakat dan turis-turis yang berkunjung, serta sebagai dukungan destinasi wisata kota Sabang dan Aceh umumnya.

Sebelum melakukan pembersihan, PT Monster Scuba Diving terlebih dahulu berkonsultasi dan koordinasi dengan masyarakat sekitar, seperti Kepala Lorong, Panglima Laot, Keuchik, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di desa Iboih. Pada saat melakukan pembersihan, lokasi tersebut diawasi oleh Keuchik dan BKSDA setempat. Konsultasi dan koordinasi yang dilakukan tidak hanya melalui lisan, namun melalui surat nomor 15/MSDC/X/2019 tanggal 25 Oktober 2019, perihal permohonan pembersihan pantai yang dutujukan kepada Keuchik Gampong Iboih. Kemudian, surat izin yang dikeluarkan Keuchik, sesuai dengan surat nomor 658.1/592/2019 tanggal 25 Oktober 2019, pwrihal perizinan pembersihan pantai yang ditembuskan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Sabang, Panglima Laot Lhok Iboih, dan Ketua Tuha Peut.

Pihak Kuasa hukum juga mengklarifikasi, bahwa pembersihan yang dilakukan oleh PT tersebut juga berada didepan tempat usahanya. Pembersihan yang dilakukan adalah pembersihan terhadap batu-batu kecil, pecahan karang kering yang tidak produktif, dan sampah lainnya yang diduga bekas terbawa arus tsunami pada Desember 2004 lalu di sepanjang pantai gapang.

Selain itu mengenai foto alat berat yang beredar sedang beroperasi di bibir pantai, dengan tegas pihaknya mengatakan foto tersebut bukanlah dilokasi milik PT Monster Scuba Diving pada 30 Oktober 2019, melainkan foto pekerjaan di tempat lain pada 31 Oktober 2019 yang bersampingan dengan lokasi milik kliennya.

Lebih lanjut lagi, mereka meyakini bahwa dilokasi pembersihan tidak ada terdapat terumbu karang, ikan, dan ekosistem lainnya. PT Monster Scuba Diving dalam pembersihannya juga tidak memasukan benda lain, seperti semen, batu kedalam ataupun mengeluarkan benda-benda dan terumbu karang dari dalam laut. Melainkan hanya memindahkan kesamping agar tertata rapi.

Komentar

Loading...