Puluhan Siswa SLB YBSM Banda Aceh Ikut Simulasi Kebencanaan

Puluhan Siswa SLB YBSM Banda Aceh Ikut Simulasi Kebencanaan
Kegiatan simuladi sekolah aman bencana gempa dan tsunami tingkat sekolah dasar, di Desa Lamjabat, Banda Aceh, Senin 22 November 2021. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh – Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa Yayasan Bunda Saifullah Meutuah (SLB YBSM) mengikuti kegiatan simulasi sekolah aman bencana gempa dan tsunami tingkat sekolah dasar, di Desa Lamjabat, Banda Aceh, Senin 22 November 2021.

Kegiatan ini diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Diikuti puluhan siswa, guru, beberapa orang tua murid, serta melibatkan personel Polsek, TNI Koramil Ulee Lheue, dan relawan tagana. 

Kepala Sekolah SLB YBSM, Asmani, mengatakan untuk simulasi bencana ini, pihaknya telah mengikuti tahapan-tahapan dengan terlebih dahulu menyusun kegiatan tindak lanjut, penyusunan protap, dan dan penyusunan aksi. Pihak sekolah juga mengikuti PRB di sekolah dan sosialisasi tingkat warga di lingkungan sekolah, sera simulasi kesiap siagaan. “Semuanya sudah dilakukan sesuai tahapan yang telah ditentukan,” katanya.

Dari 60 siswa yang ada di sekolah, hanya 37 mengikuti simulasi kesiap siagaan kebencanaan dengan ragam kedifabelan, seperti tuna grahita, tuna rungu, tuna netra, dan autis (gangguan interaksi). Bahkan ada juga siswa yang memiliki keterbatasan ganda seperti tunanetra dan tunarungu. 

Kata dia, kita tidak bisa memprediksi kapan bencana gempa dan tsunami itu datang, setidaknya dengan adanya ilmu seperti ini para guru dan siswa bisa menyelamatkan diri saat gempa terjadi, siswa juga bisa teredukasi. 

“Jadi jika terjadi gempa di sekolah, para guru sudah bisa melindungi diri dan murid-muridnya. Dengan adanya ilmu tersebut bisa meminimalisir risiko bencana,” jelas Asmani.

Sementara, untuk fasilitas kebencanaan di sekolah yang dipimpinnya itu belum maksimal, namun saat ini satu demi satu fasilitas sudah mulai dipenuhi tapi masih terbatas. 

“Siswa yang kita dilibatkan dalam simulasi ini, setelah kita lihat kondisi (kemampuan) disabilitasnya, baik fisik, dan motorik anak. juga dari segala macam identifikasinya setelah itu baru kita tetapkan anak tersebut bisa dilibatkan dalam kegiatan simulasi atau tidak,” tambah Kepala sekolah SLB YBSM.

Kepala seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA, Fazli, mengatakan kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan tersebut merupakan kegiatan nasional yang ditindaklanjuti oleh provinsi dan kabupaten/kota. 

Menurutnya, program ini penting dilakukan karena Aceh merupakan salah satu provinsi rawan bencana gempa dan tsunami. Selain itu, di Lamjabat salah satu daerah terparah terdampak gampa dan tsunami 2024.

Kata dia, kesiap siagaan kali ini dilakukan guna untuk mempersiapkan petugas, dan warga sekolah untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana gempa yang kerap terjadi di Aceh.

Fazli juga melihat masih banyak sekolah-sekolah di Aceh belum siap menghadapi bencana, namun pihak pemerintah dan BPBA selalu mengingatkan pihak sekolah untuk selalu mempersiapkan diri dan waspada saat terjadi gempa dan tsunami. | FITRI, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...