Rafting, Liburan Menantang di Krueng Mane

Rafting, Liburan Menantang di Krueng Mane
Para wisatawan sedang bermain arung jeram di lokasi wisata Wahana Lestari. | Foto : KBA.ONE, Ayu

KBA.ONE, Pidie – Aceh merupakan provinsi yang berada di ujung baling barat Indonesia. Ketika berwisata ke Bumi Serambi Mekkah ini, setiap wisatawan dapat merasakan kesan yang mungkin tak terlupakan, salah satunya saat menghabiskan waktu berlibur di destinasi wisata alam Krueng Mane, Kabupaten Pidie, yang saat ini juga dijadikan sebagai wahana olahraga rafting.

Lokasi wisata yang dikelola oleh Wahana Lestari ini, berada di Dusun Pante Luah, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie. Selain rafting, tempat tersebut juga cocok dijadikan sebagai salah satu tujuan berlibur di akhir pekan bersama keluarga maupun teman.

Para wisatawan melakukan foto bersama guide sebelum melakukan rafting. | Foto : KBA.ONE, Ayu

Estimasi waktu perjalanan menuju lokasi wisata yang telah mendapat Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ini, jika dari Kota Banda Aceh diperkirakan memakan waktu kurang lebih lima jam. Sepanjang jalan setiap pengunjung akan dimanjakan dengan sejuknya udara yang menusuk tubuh. Namun ini dirasakan ketika sudah memasuki Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie.

Saat KBA.ONE, melakukan perjalanan ke Krueng Mane, pada Jumat 16 Oktober 2021, di depanjang jalan tampak pepohonan menjulang tinggi, membuat perjalanan semakin seru dan berkesan. Ditambah lagi dengan gemercik air sungai dan suara burung saling bersahutan di daerah dataran tinggi itu, seakan berada di tengah hutan. Ditambah lagi air terjun mini turut menghiasi setiap tebing-tebing yang ada di sana.

Selain dimanjakan dengan pepohonan dan tebing begitu indah, wisatawan juga dibuat kagum dengan persawahan asri, begitupun dengan sayup-sayup suara anak-anak setempat bermain air sungai. “Ini benar-benar cocok untuk healing, cocok untuk menenangkan diri sambil menikmati alam. Dengan begini saya benar-benar bisa menikmati hidup yang begitu tenang,” ungkap Burnawi, salah seorang pengunjung asal Banda Aceh.

Homestay di lokasi wisata Wahana Lestari. | Foto : KBA.ONE, Ayu

Burnawi mengaku sangat menikmati keindahan alam di daerah Mane. Kata dia, benar-benar seperti merasakan kehidupan di desa, dengan menikmati keindahan alam tanpa harus sibuk dengan gadget. Ditambah lagi kurangnya koneksi jaringan di daerah tersebut.

“Meski mencari jaringan hanya untuk telepon harus duduk di titik tertentu, liburan ini sangat terasa, apalagi ini menjadi tempat liburan pertama saya setelah pandemi melanda Aceh,” ucapnya.

Rafting di lokasi wisata Wahana Lestari

Menghabiskan waktu liburan di lokasi Wahana Lestari, tentu tak hanya dimanjakan dengan keindahan alamnya saja, tetapi wisatawan dapat menguji nyali dengan mencoba arung jeram sambil merasakan dingginnya air aliran sungai.

Selama bermain arung jerang, wisatawan akan diajak berkeliling sungai oleh guide berasal yang dari atlet alumni Mapala, tentunya mereka orang sudah profesional dalam hal ini. Sebelum mengikuti wahana arung jeram, wisatawan akan diberi arahan terlebih dahulu agar terhindar dari bahaya. Berbagai aba-aba keselamatan juga disampaikan, mulai dari cara penggunaan pedel, sampai cara menyelamatkan diri jika terjatuh di sungai.

Penglola Wahana Lestari juga menyediakan tenda camping bagi wisatawan yang menginap. | Foto : KBA.ONE, Ayu

Salah seorang guide menjelaskan jika terjatuh, wisatawan diharuskan membalikkan badan menelentang dan melusurkan kaki ke arah aliran sungai. Selain itu, untuk menyelamatkan diri diharuskan mendengar pluit dari guide, jika terhanyut terbawa arus maka mereka akan melemparkan tali untuk menyelamatkan wisatawan.

Jalur rafting yang ditawarkan oleh Wahana Lestari bervariasi, mulai dari jalur family, memiliki jumlah juram lebih sedikit dan hanya berjarak lima kilometer dari lokasi start. Sedangkan jalur ekstrem, anggotanya harus orang dewasa dengan jarak delapan kilometer, dan memiliki delapan juram untuk dilalui. Setiap perahu berjumlah enam sampai delapan orang, didampingi dua guide yang bertugas memberi dayungan terbesar dan pemberi aba-aba. Untuk menikmati wahana tersebut pengunjung dapat merogoh kocek Rp220 ribu per orang.

Salah seorang wisatawan asal Aceh Besar, Marwandi, mengaku merasa puas dengan lintasan arung jeram yang ditawarkan Wahana Lestari. “Saya baru pertama kali ikut arung jeram, tapi udah dapat yang seru begini, apalagi lintasan yang panjang namun terasa pendek karena sangat menikmati,” ungkapnya.

Direktur Wahana Lestari, Hasballah. | Foto: Ist

Yang membuat terkesan, kata dia, di setiap 15 menit sekali setelah melewati jeram, guide akan memberi aba-aba bagi wisatawan untuk beristirahat agar tidak terlalu merasa lelah. Bahkan di setengah perjalanan, pengunjung akan disajikan dengan makanan khas Pidie yaitu apam kuah santan manis. “Setelah puas bermain arung jeram, pengunjung akan dijembut oleh petugas dari Wahana Lesatari untuk dibawa kembali ke lokasi start,” katanya.

Sementara, Direktur Wahana Lestari, Hasballah, mengatakan di lokasi wisata ini, pihaknya juga menyediakan homestay, untuk satu malam cukup membayar Rp150 ribu dan camping Rp220 ribu per malam untuk dua orang

Hasballah mengungkapkan lahan seluas 500 meter itu ia sewa selama 30 tahun dari warga setempat, kemudian diolah menjadi tempat wisata yang. “Alhamdulillah kita sudah terdaftar di kementerian, baru-baru ini kita baru mendapatkan sertifikat CHSE,” tutupnya.* (Adv) | AYU, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...