Ratusan Rokok Ilegal Disita Petugas Gabungan di Pidie

Oleh ,
Ratusan Rokok Ilegal Disita Petugas Gabungan di Pidie
Petugas gabungan menyita rokok ilegal di Pidie. | Foto: Ist

KBA.ONE, Pidie - Petugas gabungan operasi pemberantasan rokok ilegal menyita ratusan bungkus rokok ilegal, di tiga wilayah di Pidie, Selasa 8 Juni 2021.

Mereka adalah petugas  dari Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Aceh, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Satpol PP dan WH, Aceh, Bea dan Cukai Banda Aceh dan Satpol PP dan WH Pidie, yang menyita ratusan bungkus rokok ilegal berbagai merek di kawasan Kota Sigli, Berenuen, dan Kecamatan Sakti, kuat dugaan dijual secara diam-diam oleh pedagang di kios-kios kepada konsumennya.

Diperkirakan rokok tanpa pita cukai tersebut, adalah produk luar negeri yang masuk melalui jalur laut dan beredar di pasaran.

"Operasi yang kita gelar di wilayah Aceh, dalam upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal," kata  Kepala Seksi Penindakan 2 Kanwil Bea Cukai Aceh, Umar Syarief, yang didampingi Kaopsdal Satpol PP dan WH Aceh, Tarmizi, Selasa 8 Juni 2021 di Kantor Satpol PP dan WH Pidie.

Menurut Umar Syarif, selama ini di Aceh banyak beredar rokok-rokok ilegal di pasaran, sehingga bisa merugikan penerimaan negara di sektor cukai.

"Dengan adanya operasi yang dilakukan terus menerus terhadap peredaran rokok ilegal, diharapkan nantinya penerimaan negara di sektor cukai tidak dirugikan lagi," ujarnya.

Di Pidie, sebut Umar, peredaran rokok ilegal banyak ditemui pada kios-kios kecil di wilayah Kota Sigli, kemudian di pasar Berenuen dan di pasar Kecamatan Sakti.

"Di Pidie, pada tiga wilayah pasar tersebut banyak ditemukan rokok illegal. Kebanyakan produk luar negeri," jelasnya lagi

Selain menyita rokok ilegal aneka merek, pihaknya juga memberi arahan kepada pedagang agar tidak melakukan lagi kegiatan ilegal tersebut. Kemudian mendata identitasnya yang nantinya akan dimintai keterangan guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Pedagangnya kini telah kita data, termasuk identitasnya, guna dimintai keterangan pada pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.***

Komentar

Loading...