Ratusan Triliun Total Kerugian Masyarakat Akibat Investasi Bodong

Ratusan Triliun Total Kerugian Masyarakat Akibat Investasi Bodong
Ilustrasi investasi bodong, | Foto : ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh, Moishe Sofian A. Sagir, menyebutkan Rp114,9 triliun total kerugian masyarakat akibat investasi ilegal sejak 2011 sampai dengan 2020.

"Kerugian akibat investasi bodong cukup besar. Selama satu dekade ini, total kerugian masyarakat mencapai kurang lebih Rp114,9 triliun," kata Moishe kepada KBA.ONE, Senin, 27 September 2021.

Ia menjelaskan dari angka tersebut, kerugian terbesar terjadi pada 2011, mencapai Rp68,62 triliun, dengan korban terbanyak kasus Golden Trader Indonesia mencapai sekitar 3.000 korban dengan nilai kerugian mencapai Rp45 triliun.

"Kemudian, kasus PT TVI Express Indonesia dengan jumlah korban mencapai 1 juta orang dan nilai kerugian Rp17,8 triliun," ungkap Moishe.

Sementara itu, selama satu dekade ini, total kerugian terendah terjadi pada tahun 2014 dengan nilai Rp235 miliar. Meski sempat menurun di tahun 2014, nilai kerugian kemudian terus meningkat hingga pada 2020 nilai kerugian mencapai Rp5,9 triliun.

Moishe juga menyebutkan ada enam ciri investasi ilegal, pertama menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat. Kedua, menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru atau member get member. Ketiga, memanfaatkan tokoh masyarakat atau tokoh agama atau tokoh publik untuk menarik minat masyarakat.

"Keempat, klaim bebas risiko atau risk free. Kelima, legalitas izin dipertanyakan. Terakhir, tidak perlu usaha untuk mendapatkan imbalan," sebutnya.

Ia juga menjelaskan ada lima permasalahan terkait investasi ilegal, pertama pelaku membawa kabur dana investasi korban. Kedua, keuntungan yang tidak diberikan atau tidak dapat diambil. Ketiga, korban terjebak utang karena terpancing sifat rakus (greedy) dalam berinvestasi.

Kemudian, keempat, korban menjadi buronan korban lain yang direkrutnya. Serta yang kelima, kasus tidak dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwajib karena korban malu melaporkannya.

Untuk mengatasi maraknya investasi bodong, kata Moishe, OJK bersama 12 Kementrian dan Lembaga telah membentuk Satgas Waspada Investasi.

"Untuk menghindari investasi bodong, selalu ingat 2L (Legal dan Logis). Untuk melakukan pengecekan legalitas entitas bisa dilakukan via WA Kontak157 di 081-157-157-157," ungkapnya.

Anara

Komentar

Loading...