Rumah Kopi Tamora, Cita Rasa Kopi dari Hati

Rumah Kopi Tamora, Cita Rasa Kopi dari Hati
Para pengunjung menikmati kopi sambil bersantai di Rumah Kopi Tamora. | Foto: KBA.ONE, Ghandi Mohammad

KBA.ONE, Medan - Membangun usaha warung kopi kini memang sedang menjadi trend di kota Medan. Hampir di setiap sudut jalan pasti terdapat warung kopi dengan berbagai macam konsep. Ada yang menyuguhkan cita rasa dan pilihan aneka biji kopi, ada pula yang sekadar menawarkan suasana dan tempat berfoto di coffee shop mereka. 

Salah satunya Rumah Kopi Tamora di Jalan Cempaka, Kelurahan Tanjung Gusta, Medan Helvetia. Mungkin secara sekilas warung kopi ini terlihat biasa saja, ruangannya pun tak begitu luas. Hanya terlihat beberapa meja dan kursi di teras rumah berukuran sekitar enam meter, serta meja bar di sisi kanannya. Namun, setelah berkunjung dan mencicipi kopinya, cita rasa kopi yang disuguhkan akan menentukan warung kopi ini ada di level yang mana. 

Kopi susu gula aren seharga Rp20 ribu menjadi pilihan KBA.ONE saat berkunjung ke Rumah Kopi Tamora, pada Jumat, 30 April 2021. Sang barista terlihat masih muda, tangan-tangannya tampak lihai saat meracik kopi. "Kalau yang punya cabang sini orangnya lagi kerja bang, tapi kalau mau tanya-tanya soal warung kopi ini bisa ke saya," sang barista bernama Wahyu itu.

"Jadi ini awalnya di Tanjung Morawa bang, makanya namanya Rumah Kopi Tamora," ucap Wahyu. Menurut nya, gerai kopi di Jalan Cempaka itu masih berumur satu bulan, sedangkan gerai di Tanjung Morawa sudah ada sejak 2016.

Meja bar di Rumah Kopi Tamora. | Foto: KBA.ONE, Ghandi Mohammad

"Yang punya ini namanya Pak Ganda Irawan,  dia memang bisa dibilang profesional coffee cupper di beberapa perusahaan bang. Jadi udah belajar kopi sejak lama lah," cerita Wahyu usai menyiapkan kopi gula aren pesanan kami. Wahyu terlihat antusias menceritakan sejarah Rumah Kopi Tamora, dan juga tentang kopi. 

Meski gerai kopinya dipenuhi beberapa hiasan dan mural di dindingnya, menurut Wahyu, Rumah Kopi Tamora tidak menjual konsep di gerai kopi mereka, namun lebih mengutamakan cita rasa kopi yang sesungguhnya, mereka menyebutnya kopi yang dibuat dari hati.

"Kita buat kopi pakai hati bang, pakai feeling, kalau pakai timbangan kita sering dimarahin tu di Tanjung sana, karena kalau pakai timbangan semua orang bisa jadi barista," ucap Wahyu sambil tertawa kecil.

"Boleh sih untuk belajar di awal-awal membuat kopi, tapi setelah itu kami ya harus pakai feeling," sambung nya lagi

Wahyu, barista Rumah Kopi Tamora. | Foto: KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Ganda Irawan sang pemilik Rumah Kopi Tamora ternyata sudah sejak lama berpetualang mengunjungi kebun-kebun kopi di beberapa kota, dari Sumatera hingga Kalimantan. Tak hanya menjalankan pekerjaan nya di perusahaan tempat ia bekerja, Ganda juga belajar tentang kopi secara mendalam.

Hal itu membuatnya cukup mengerti soal kopi. Bahkan menurut Wahyu, Ganda Irawan pernah menjadi juara saat kompetisi sebagai Coffee Cupper. Coffee Cupper adalah pekerjaan profesional dalam mengobservasi dan mengamati aroma serta rasa dalam seduhan kopi. Latar belakang sang pemilik tentunya menjadi nilai tambah bagi Rumah Kopi Tamora, karena cita rasa kopi yang mereka racik dan seduh mempertaruhkan nama besar Ganda Irawan. 

Halaman12

Komentar

Loading...