Sidang Lapangan Sengketa Lelang

Rumah Pantas Dihargai Rp1,9 Miliar

Rumah Pantas Dihargai Rp1,9 Miliar
Suasana sidang lapangan. | Foto: Sri

KBA.ONE, Medan - Majelis Hakim Pengadilan Lubuk Pakam melakukan sidang lapangan di kediaman So Tjan Peng (Pelawan) dalam sengketa kredit macet Bank Mandiri yang asetnya dilelang dengan harga murah di Perumahan Cemara Hijau, tepatnya Blok R No. 2 Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Jumat 29 November 2019.

Hakim anggota, Pinta Uli Tarigan, didampingi Ketua Hakim Rina Sulastri Jennywati dan anggota Anggalanton B Manalu, menyatakan sidang tersebut terbuka untuk umum.

Dihadiri Terlawan I (Bank Mandiri) dan turut Terlawan II (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang/KPKL), Kuasa hukum turut terlawan II ( selaku pemenang lelang), hakim memulai sidang dengan melakukan pengecekan terhadap bangunan berukuran 8 meter X 20 meter tersebut.

Usai mengecek kondisi bangunan, Pinta Uli mempertanyakan kebenaran bangunan rumah yang dilelang kepada terlawan I, dan pihak PT Bank Mandiri turut membenarkannya.

"Benar ini objeknya. Sudah pernah dilelang Rp1,3 miliar, tapi tidak laku," ungkap perwakilan Bank Mandiri sembari menjelaskan rumah tersebut akhirnya dilelang sebesar Rp800 juta dan Bank Mandiri juga sudah memperingatkan kepada Pelawan untuk mengosongkan bangunan.

Majelis hakim pun berharap Pelawan dan terlawan berdamai sebelum putusan akhir. "Sebelum selesai, berdamailah. Sebelum putusan ketok palu, itu pun boleh," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Majelis hakim juga menanyakan kepada Pelawan, apakah pantas rumah miliknya yang dilelang itu dihargai senilai Rp800 juta. Namun, So Tjan Pheng mengatakan tidak.

"Minimal Rp1,9 miliar ibu hakim," ujar pria yang akrab disapa Ho Pheng itu.

Selanjutnya, Hakim mempertanyakan dasar besaran harga rumah yang ditempatinya itu.

"Rumah di belakang ini, R26, baru dijual pemiliknya seharga Rp2 miliar ibu hakim. Bangunannya sama persis," bebernya.

Usai melakukan sidang lapangan, Pinta Uli menegaskan, sidang untuk perkara 135 pada pukul 11.50, ditutup dan sidang dilanjutkan pada Senin (2/12/2019) sekira pukul 10.00 dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi. | SRI WAHYUNI, Kontributor Medan.

Komentar

Loading...