Rumah Terkena Longsor, Warga Minta Pemerintah Segera Perbaiki Tanggul Sungai

Rumah Terkena Longsor, Warga Minta Pemerintah Segera Perbaiki Tanggul Sungai
Kondisi rumah milik Khadijah warga Gampong Blang Gunci Kecamatan Paya Bakong, amblas akibat longsor. | Foto: KBA.ONE, Fazil

KBA.ONE, Aceh Utara - Rumah semi permanen milik Khadijah, 56 tahun, warga Gampong Blang Gunci Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, mengalami longsor pada Kamis 30 Juli 2020. Namun, kini janda dua anak itu tidak berani lagi tidur di dalam rumahnya, khawatir akan kembali terjadi amblas.

Beradasarkan informasi diperoleh KBA.ONE, Selasa 11 Agustus 2020, sampai saat ini ibu Khadijah masih mengalmi trauma akibat musibah yang dialaminya beberapa waktu lalu. Bahkan, ketika malam hari ia terpaksa harus tidur di bagian teras rumah yang lebarnya hanya sekitar dua meter. Rumahnya itu berada di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Keureuto, Kecamatan Paya Bakong.

"Sampai sekarang saya trauma dan tidak berani tidur di dalam rumah, harus tidur di teras rumah bersama anak. Dulu rumah saya jaraknya sekitar 100 meter dari sungai (krueng), tapi secara pelan-pelan terkikis akibat longsor ketika air sungai meluap. Saya mengalami amblas rumah sudah sejak tahun 2010 dan secara perlahan seiring waktunya berjalan, akan tetapi dulu tidak begitu parah seperti sekarang ini," kata Khadijah, kepada KBA.ONE.

Ia menjelaskan, diawal terjadinya longsor dulu hanya bagian dapur rumah yang amblas sedikit. Ternyata kondisi ini tidak juga berhenti dan perlahan terus tergerus, hingga saat ini semakin parah yang menyebabkan bagian lantai kamar rumah sudah retak dan amblas.

Bahkan sudah tidak memungkinkan lagi untuk tidur di dalam kamar tersebut, untuk memasak sekarang harus di teras rumah dan ada tenda darurat yang didirikan oleh keuchik gampong (kepala desa) di halaman rumahnya.

"Ketika terjadi longsor beberapa hari lalu sekitar pukul 01.00 WIB, saya memang tahu dan melihat lantai di bagian kamar sudah retak hingga amblas secara pelan. Alhamdulillah saya bersama keduanya terselamatkan dari musibah tersebut. Tapi untuk sekarang saya tidak berani lagi untuk tidur malam di dalam rumah. Disaat hujan tiba, itu hati saya sudah gelisah karena khawatir akan menglami longsor lagi," ujar Khadijah.

Namun demikian, Khadijah berharap kepada pemerintah daerah agar segera merespons untuk memperbaiki tanggul sungai, supaya tidak terus mengikis hingga ke halaman rumah penyebab longsor seperti itu. Karena kondisi ini juga dialami sejumlah warga lainnya yang berada sepanjang di pinggiran krueng (sungai) keureuto, apabila tidak kunjung diperbaiki maka dikhawatirkan akan mengalami semakin parah ke depan.

Kondisi serupa juga dialami warga setempat lainnya, yakni A Rasyid, 62 tahun, bersama istri dan empat anaknya. Lalu Wardiah, 58 tahun, bersama tiga anaknya. Namun, yang terparah adalah rumah milik Khadijah dan Rasyid akibat longsor tersebut.

Geuchik Gampong Blang Gunci, Kecamatan Paya Bakong, Samsul Kamal, menyebutkan kejadian longsor di kawasan ini memang sudah sejak beberapa tahun lalu. Tapi diperparah dalam beberapa bulan terakhir ini, karena sering hujan dan terkadang sesekali muncul air bah dari aliran sungai keureuto sehingga terkikis pinggiran sungai itu hingga menyebabkan terjadinya longsor.

"Kita (aparat gampong) sudah pernah mengajukan laporan penanggulagan beberapa kepada pihak dinas terkait. Bahkan dari Dinas Pengairan, BPBD, Muspika maupun Wakil Bupati Aceh Utara pun sudah pernah meninjau lagsung ke lokasi ini. Insya Allah akan dibantu, tapi belum ada kepastian kapan. Mungkin perlu dibantu untuk perbaikan tanggul sungai di kawasan gampong itu sepanjang satu kilometer," ungkap Samsul Kamal.

Bahkan menurut Samsul, akan terancam longsor lagi bagi sejumlah warga gampong tersebut yang rumahnya berada di pinggiran sungai keureuto itu, karena ada yang sudah mulai retak juga. Tetapi sebagian titik sudah dipasang bronjong sehingga tidak jebol lagi.

"Warga mengkhawatirkan jika tidak dilakukan perbaikan segera, maka akan terjadi longsor sepanjang satu kilometer lebih yang menyebabkan lebih dari 20 rumah terancam longsor. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kita menyediakan sejumlah tenda darurat bagi warga yang tidak berani tinggal di dalam rumahnya," ungkap Samsul Kamal. ** | Fazil, Kontributor Lhokseumawe.

Komentar

Loading...