Rusia Bangun Hotel Mewah di Luar Angkasa

Rusia Bangun Hotel Mewah di Luar Angkasa
Contoh modul untuk pembangunan hotel luar angkasa | Popular Mechanics

WISATA luar angkasa kini gencar dicanangkan beberapa perusahaan dari negeri atas angin. Sebut saja SpaceX dan Virgin Galactic yang seolah berlomba mengampanyekan pariwisata luar angkasa menjadi kenyataan.

Baru-baru ini, Badan Antariksa Rusia, Roscomos, dilaporkan berencana membangun sebuah hotel mewah bintang lima di stasiun luar angkasa internasional. Kabar tersebut sejatinya telah berhembus sejak 2010. Namun, kini Rusia disebut bakal mewujudkan ambisinya itu menjadi kenyataan.

Informasi yang dilansir Popular Mechanics pada Sabtu, 23 Desember 2017, karena berlokasi di luar angkasa, hotel tersebut otomatis berada di lintasan orbit bumi. Bocoran soal pembangunan hotel itu diketahui dari sebuah proposal yang diajuka Roscosmos.

Di dalam proposal itu disebutkan akan dibangun hotel setara bintang lima yang bisa dikunjungi siapapun yang ingin merasakan tidur di luar angkasa. Tentunya, ada biaya yang tak sedikit untuk menebusnya. Tamu hotel harus membayar USD 40 juta atau setara Rp542 miliar untuk menginap selama 1-2 pekan.

Jika cukup bernyali, pelancong antariksa bisa menambah biaya USD 20 juta atau Rp271 miliar untuk merasakan kesempatan spacewalk dengan astronot. Spacewalk merupakan kegiatan para penjelajah antariksa saat berada di luar ruangan stasiun.

Berdasarkan keterangan dalam proposal yang diajukan, Rusia menunjuk kontraktor luar angkasa bernama RKK Energia untuk membangun modul kedua senilai USD 279-446 juta. Untuk modul pertama, RKK Energia baru saja merampungkannya dan dijadikan fasilitas laboratorium sains dan stasiun pasokan daya.

Rencananya, hotel buatan Rusia ini akan memiliki empat tempat tidur yang ukurannya sekitar dua meter. Bentuknya kubus dan memiliki jendela masing-masing berdiameter 9 inci. Hotel itu juga mempunyai lounge layaknya penginapan pada umumnya.

Selain itu, hotel mewah itu akan menambah beban 20 ton di stasiun. Ruangan sepanjang 15,5 meter itu akan menyediakan 92 meter kubik ruang bertekanan udara. Ada juga dua pos kebersihan dan medis dengan ukuran yang sama untuk melengkapinya.

Hotel juga akan dilengkapi fasilitas-fasilitas mewah lain. Mulai dari kamar mandi, peralatan fitness, hingga Wi-Fi.

Karena hotel ini ada di luar angkasa, yang menginap pun harus dibantu para astronot profesional, mengingat hotel tidak memiliki gravitasi sama sekali. Berjalan pun otomatis akan melayang di dalamnya.

RKK Energia berharap dapat menerbangkan 1-2 orang pelancong dalam setiap penerbangan ke stasiun luar angkasa. Bagi yang berminat, Rusia menginginkan ada uang muka sebesar USD 4 juta sebelum melakukan penerbangan ke antariksa.

Kontraktor luar angkasa itu menargetkan, dapat menyelesaikan proyek hotel antariksa dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Artinya, bila proyek dilakukan awal 2018, akan rampung pada 2023.

Jika hotel ini jadi dibangun, stasiun luar angkasa tentunya tak lagi hanya menjadi tempat bekerja para astronot tapi juga sebagai tempat menginap pelancong antariksa.

Hotel berbentuk modul tersebut rencananya bakal diberi nama "NEM-1". Untuk sekarang, semua modul telah disiapkan dan akan segera dikirim ke stasiun.

Hotel luar angkasa yang dibangun Roscosmos sebetulnya sejalan dengan proyek wisata luar angkasa yang sudah lebih dulu dijalankan beberapa perusahaan antariksa lain. Kini, yang memipin bisnis tersebut adalah perusahaan Amerika Serikat, Blue Origin dan Virgin Galactica. Perusahaan pesawat luar angkasa Rusia, KosmoKurs sebentar lagi juga akan bersaing sehat di bisnis ini.

Roscosmos menerima design KosmoKurs yang menggunakan roket yang bisa digunakan kembali dan pesawat luar angkasa, yang bisa mengangkut turis ke luar angkasa, 124 mil di atas permukaan bumi. KosmoKurs sendiri direncanakan akan mulai menerbangkan armadanya di 2020. Setiap penerbangan akan berlangsung selama 15 menit.

Komentar

Loading...